Ini Penjelasan Yusnaidi Terkait Tudingan Plagiat Karya Ilmiah

Ini Penjelasan Yusnaidi Terkait Tudingan Plagiat Karya Ilmiah
Yusnaidi

Meulaboh | Yusnaidi, dosen Fakultas Ekonomi dan  Wakil Dekan (Wadek) II, Fakultas Ekonomi, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, yang dituding mahasiswanya melakukan plagiasi karya ilmiah, tidak membantah sedikit pun tudingan ini.

Dia mengaku khilaf dan terlalu percaya terhadap teman yang memberinya tulisan itu.

“Tahun 2016 ada konferensi di Universitas Terbuka, kalau mau ikut konferensi harus ada artikel. Saat itu saya tidak punya artikel, namun diberitahukan rekan saya, Rabiqy bahwa dirinya memiliki artikel, akhirnya kita pakailah artikel itu karena modal kepercayaan. Saya memang tidak punya artikel pada masa itu,” kata Yusnaidi saat ditemui media ini di Kampus UTU, Senin (24/6/2019).

Katanya, tahun 2016 di Universitas Teuku Umar (UTU) belum memiliki teknologi Turnitin atau layanan deteksi plagiarism. Namun, anehnya artikel tersebut bisa lolos dalam konferensi di UT. Jadi pertanyaan, jika memang karya tersebut plagiat seharusnya tidak lolos, karena panitia bisa melakukan cek keaslian dari artikel yang akan dipresentasikan.

Nama Rabiqy memang tercatat sebagai penulis kedua setelah Yusnaini pada karya ilmiah dengan judul Pengaruh Brand Personality dan Self-Congruity dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi.

Dia juga tidak membenarkan atau membantah perihal tudingan tersebut. Namun tidak dapat dipastikan karena belum dilakukan cek melalui layanan turnitid.

Dirinya pernah mempertanyakan kualitas artikel tersebut, sebab diakui ia tidak berkecimpung dari awal saat dilahirkan karya itu. Selama ini dirinya tidak pernah memakai artikel tersebut untuk kepentingan lain, kecuali untuk konferensi nasional di UT dan dipublikasi di jurnal UTU.

“Kesimpulannya ya seperti itu, karena sudah lolos konferensi berarti sudah lolos. Kita kan tidak punya alat untuk mengecek, karena kepercayaan sudah ada ya diambil saja. Jika sekarang diketahui demikian maka saya sangat bersyukur, membayangkan dampaknya jika artikel tersebut nantinya saya gunakan untuk kepangkatakan. Iu musibah besar,” terangnya, di dampingi beberapa dosen dan pengurus Jurnal UTU.

Nah, dengan adanya informasi ini katanya dia sedikit tahu, bahwa tidak akan menggunakan karya itu untuk kepentingan karir pribadi. Apalagi kabar ini didapati menjelang ujian kenaikan pangkat yang dilaksanakan pada akhir tahun 2019.

Jika dilihat dari abstrak maka kedua tulisan ini memiliki perbedaaan. Tetapi, jika terdapat kesamaan isi hingga 70 persen kita belum bisa pastikan karena belum melakukan cek melalui turnitid.

“Inikan tidak sengaja, jika seandainya jurnal tersebut ditarik dari peredaran saya sangat setuju, karena tidak ingin memiliki dampak yang lebih besar nantinya, jangan sampai masalah ini berlarut larut, tahun depan jika ada yang tidak senang dengan saya nantinya dijadikan ini sebagai senjata,” ujarnya.

Jika nantinya sudah diperiksa melalui layanan turnitid dan terbukti memiliki kesamaan dengan karya skripsi milik alumnus Unsyiah atas nama Ridha Adytia Razaq, maka dirinya akan menyurati pengelola jurnal UTU agar tulisan itu ditarik dari peredaran.

Diberitakan sebelumnya, Yusnaini merupakan lulusan Group Of Eight Autralian Universities, kini mengajar di Fakultas Ekonomi  UTU. Diduga, dia melakukan plagiat terhadap karya ilmiah milik alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah atas Nama Ridha Adytia Razaq, yang diterbitkan sebelumnya di laman Electronic Thesis and Dissertation pada tahun 2016.

Namun Yusnaini malah mepublikasi kembali laman Repository Universitas Terbuka pada tahun 2017 dan Junal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen tahun 2019 volume 1.

Itu sebabnya, mahasiswa meminta kepada dekan dan rektor untuk segera melakukan evaluasi akademik dan menindak tegas dosen bersangkutan, sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2014, tentang Hak Cipta dan Statuta UTU Pasal 38 ayat 2 poin L.***

Komentar

Loading...