Kabar Dokter Pulangkan Pasien Sedang Koma

Ini Penjelasan Dirut RSUZA Fachrul Jamal

Ini Penjelasan Dirut RSUZA Fachrul Jamal
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I dr Fachrul Jamal, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh membantah, pihak rumah sakit telah memulangkan paksa seorang pasien yang sedang koma bernama M. Natsir (54).

”Saya pastikan tidak ada pemulangan paksa. Bisa jadi ini hanya miss komunikasi,” kata Fachrul Jamal dihadapan para awak media, di rumah sakit itu, Lampriet, Banda Aceh, Kamis, (22/2/18).

Menurutnya, M Nasir berasal dari Kabupaten Pidie dirawat di ruang Aqsa 1, kamar A8 RSUDZA Banda Aceh sejak tiga minggu lalu, karena menderita komplikasi penyakit. Itu sebabnya, pasien ini dibawah tanggungjawab dr. Masra Lena Siregar, Sp PD. “Kita sudah periksa dokter bersangkutan, dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata memaksa pasien untuk pulang, yang ada dr Masra Lena menyampaikan kepada stafnya, bahwa pasien tersebut sudah memungkinkan jika dilakukan rawat di rumah (Home Care). Kemudian, stafnya tadi langsung memberitahukan pada pihak keluarga tanpa diketahui dr Masra Lena,” kata Fachrul.” ungkapnya.

Selain itu, kata Fachrul Jamal, rumah sakit juga mempunyai aturan dan mekanisme memulangkan pasien. Terlebih, setelah mendapatkan penghargaan paripurna, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, RSUDZA selalu di pantau dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. ”Tidak punya hati rasanya kalau pasien yang sedang koma kita suruh pulang.” Tegasnya.

Sementara itu, dr. Masra Lena Siregar mengatakan. pasien menderita panyakit ginjal dan sudah menjadi pasien cuci darah selama satu minggu terakhir. Dalam perawatannya, pasien juga diagnosis menderita tumor di ginjal dan menderita penyakit stroke. Tindakan dokter, untuk memulihkan tumor ginjal harus diberikan obat anti biotik sebanyak 7 kali. Sementara, anti biotik itu harus diberikan setelah pasien cuci darah yang jumlahnya 2 kali dalam satu minggu.

“Logika saja, anti biotik itu harus kita berikan 5 kali lagi. Berarti, kalau 1 minggu melakukan cuci darah sebanyak 2 kali. Berarti, pasien tersebut harus berada di RSUDZA Banda Aceh, 3 minggu lagi. Jadi, agak aneh saya meminta pasien ini dirawat di rumah, apalagi kondisi terakhir pasien tidak sadar akibat stroke,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar kabar M Nasir, seorang pasien yang menjalani perawatan di RSUDZA Banda Aceh karena menderita penyakit komplikasi, tiba-tiba disuruh pulang ke rumah oleh tim medis tanpa ada kejelasan. Pengakuan itu disampaikan istri pasien bernama Nilawati pada sejumlah awak media Rabu, (21/2/18). Namun, saat dikonfirmasi media ini melalui anaknya Novi, dia membantah pengakuan ibunya ini. ”Tidak Bang, tidak pernah dokter di RSUZA Banda Aceh menyuruh kami pulang, mungkin ibu saya salah mendengar dan memberi keterangan,” jelas Novi pada media ini, Kamis, (22/2/18).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...