Breaking News

Terkait Misteri Dana Rp 500 Juta dari Tarmizi A. Karim

Ini Kata Sofyan Dawood: Nurlif Terima Check dari Bendahara Tim!

Ini Kata Sofyan Dawood: Nurlif Terima Check dari Bendahara Tim!
Status Aceh. Net

Banda Aceh | Misteri dana Rp 500 juta untuk pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim-T.Maksalmina Ali, yang diterima Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM.Nurlif semakin membuka tabir ketidakjelasan.

Jika dalam wawancara khusus dengan MODUS ACEH.CO Nurlif mengaku ada menerima dana tersebut, tapi melalui orangnya. Namun, Sofyan Dawood yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan paslon Tarmizi Karim-T.Maksalmina Ali menyebut. Dana itu diterima sendiri oleh Nurlif dari Dedi, bendahara tim pemenangan dalam bentuk check Rp 500 juta. Dedi adalah seorang pengusaha yang juga menantu Tarmizi A. Karim. “Benar ada dan dilaporkan kepada saya sebagai ketua tim. Tapi yang menyerahkan Dedi, bendahara tim kepada Nurlif dalam bentuk check,” kata Sofyan Dawood atau akrab disapa Adun Yan Dawood, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (10/5/2017) melalui telpon seluler. Adun Yan mengaku sedang di Jakarta.

Pengakuan Adun Yan Dawood, berbeda dengan penjelasan Nurlif. Dia mengaku memang ada menerima dana Rp 500 juta dari tim pemenangan Tarmizi Karim. “Ya, dari tim pemenang Pak Sofyan Dawood,” kata Nurlif. (baca; Terkait Misteri Dana Rp 500 Juta, Ini Jawaban TM Nurlif:Kami Pertanggungjawabkan Pada Ketua Tim Pemenangan!). Begitupun, saat ditanya siapa yang menerima dana tersebut, Nurlif bilang. “Betul, saya ngak bilang ngak salah. Kemudian setelah kegiatan kita lakukan, kita membuat laporan pertangungjawaban, laporan penggunaan dana itu kepada tim, kita tidak mempertanggungjawabkan pada pihak lain, pada tim. Ketua timnya Sofyan Dawood,” sebut Nurlif. Siapa yang menerimanya kejar media ini? “Ada orang saya yang ngambil, udah itu ngak pentinglah. Yang penting lima ratus ada,” elak Nurlif.

Nah, pengakuan Nurlif tak sejalan dengan penjelasan Sofyan Dawood. Sebab, menurut Adun Yan Dawood, dana itu diterma Nurlif sendiri melalui bendahara tim pemenangan Tarmizi Karim dalam bentuk chek. Sementara Nurlif mengaku diterima oleh orangnya dan dia tak mau menyebut siapa orang tersebut. Menarik!.

Terkait masalah laporan pertanggungjawaban, menurut Adun Yan Dawood, hingga hari ini dia belum menerima dari Nurlif. Sebab, belum ada permintaan dari kandidat. “Sampai saat ini belum ada pembubaran tim pemenangan dan kandidat belum meminta kepada saya. Kalau diminta tentu saya akan minta pada Nurlif. Kabarnya laporan itu sudah ada, tapi belum diserahkan karena belum ada permintaan.

Nah, lagi-lagi berbeda dengan penjelasan Nurlif. Katanya, laporan tersebut sudah diserahkan pada Adun Yan Dawood usai Pilkada Aceh, 15 Februari 2017 selesai. “Kapan laporan itu diserahkan,” tanya wartawan MODUSACEH Juli Saidi? Dipertanggungjawabkan apakah setelah Pemilukada atau bagaimana? Jawab Nurlif; setelah Pemilukada selesailah! Sementara penjelasan Adun Yan Dawood, hingga hari ini belum dia terima, karena tidak ada permintaan dari kandidat. Ini artinya, laporan tersebut belum diterima Adun Yan Dawood. Gawat!***

 

Komentar

Loading...