Penerapan Hukuman Cambuk Tertutup di Aceh

Ini Kata Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly

Ini Kata Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Editor
Rubrik

Banda Aceh | Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Hamonangan Laoly, telah melakukan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, di Banda Aceh, Kamis (12/4/18).

Satu poin disebutkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta tempat untuk pelaksanaan uqubat cambuk di dalam Lapas, Rutan, dan Cabang Rutan di seluruh Aceh. Lantas, permintaan dan penandatanganan MoU tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Aceh. Sebab, selama ini pelaksanaan uqubat cambuk telah dilakukan terbuka.

Lalu, apa kata Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Hamonangan Laoly? Pada awak media pers, dia tidak banyak menjelaskan tentang dasar penerapan uqubat cambuk secara terbuka itu. Dasarnya melalui Pergub Aceh yang telah disahkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. "Kami dengan Pak Gubernur Aceh (Irwandi Yusuf) telah melakukan penandatanganan MoU tentang eksekusi hukuman cambuk. Ini tidak dilakukan di depan umum lagi. Masalah bagaimana mekanismenya, silahkan tanyakan sama Pak Gubernur," tegas putra asal Nias ini.

Sebelumnya, Yasona Laoly dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kungker) ke Banda Aceh. Selama di Ibukota Provinsi Aceh, mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini, melakukan tiga kegiatan. Pertama tatap muka dengan PNS di lingkungan Kanwil Kemenkumham. Kedua, mengunjugi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lambaro Banda Aceh, dan ketiga menandatangani kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Aceh, terkait penerapan hukuman cambuk secara tertutup di Lapas atau Rutan.

“Namun, soal kunjungan ke Lapas Lambaro masih tentatif, tergantung waktu dari Pak Menteri,” Ida Meilani, S.H.,M.H, Kepala Sub Bagian Penyusunan Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi, pada media ini, Rabu sore (11/4/2018) di Banda Aceh.

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...