Breaking News

Terkait Tuntutan Anggota Satpol PP dan WH

Ini Kata Kasatpol PP dan WH Bireuen

Ini Kata Kasatpol PP dan WH Bireuen
Iswadi
Penulis
Rubrik

Bireuen | Terkait aksi buka baju seragam dan ancaman mogok kerja yang dilakukan puluhan anggota Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen di Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen kawasan Cot Gapu, Kota Juang. Kepala Kantor Satpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi SP melalui Bendahara Pengeluaran, Iswadi, Jumat  6 Januari 2018 menyebutkan sudah memberi penjelasan kepada anggota yang melakukan aksi itu tentang item apa saja anggaran yang dipertanyakan. (Baca: Personil Satpol PP dan WH Bireuen Buka Baju Seragam dan Ancam Mogok Kerja).

Dijelaskan Iswadi memang awalnya di APBK Murni 2017  ada pos penegakan Rp 36 juta dan pos penertiban Rp 48 juta. Namun dalam APBK Perubahan dua pos tersebut dialihkan ke pos lain yang sebelumnya tidak ada. Pos yang muncul itu yaitu penertiban tata ruang kota Rp 50 juta. “Ini  untuk dua kegiatan, salah satunya untuk penunjang tugas Satpol PP Rp 26 juta lebih dan untuk penegakan qanun syariat Islam Rp 49 juta lebih,” jelas Iswadi.  Masih kata Bendahara Pengeluaran itu, yang masih menjadi ganjalan adalah item Rp 26 juta lebih yang kabarnya belum disalurkan PPTK, yaitu Kabid Trantib Rizal Efendi.

Menurut anggota, setelah ditotal mereka hanya menerima Rp 8,3 juta lebih. Kabid Trantib pada Kantor Satpol PP dan WH Bireuen, Rizal Efendi kepada wartawan saat dihubungi mengatakan, dana tersebut sudah disalurkan kepada petugas. Tetapi perlu diketahui tidak semua SPT diberikan honor, sesuai dengan perintah Kepala Kantor Satpol PP dan WH Bireuen.

”Honor yang disalurkan hanya sebagian dari dasar SPT, sebab dari dana tersebut juga disisihkan untuk petugas keamanan dari instansi lain yang back up kegiatan penertiban, untuk petugas dari luar tidak ada dalam DPA,” katanya.

Selain itu saat kegiatan berakhir siang, maka kepada anggota yang ikut operasi penertiban diberikan makan siang. Seharusnya hanya berupa snack. “Jadi sisanya untuk hal-hal yang seperti ini,” kata Rizal. Diakuinya sekitar lima anggota Satpol PP yang belum menerima jatah dari item Rp 26 juta itu. “Saya belum jumpa dengan mereka sehingga belum saya salurkan, jadi honor untuk penertiban itu jelas semuanya,” ujarnya.*

Komentar

Loading...