Sengketa Partai Demokrat versus Media Indonesia

Ini Dia Putusan Dewan Pers

Ini Dia Putusan Dewan Pers
dok. Partai Demokrat
Penulis
Rubrik
Sumber
Siaran Pers

Jakarta |Hari ini Rabu, 21 Februari 2018, dalam sidang lanjutan yang dilakukan Dewan Pers, terkait pengaduan Jansen Sitindaon mewakili Partai Demokrat terhadap wartawan Media Indonesia, Jakarta. Majelis Dewan Pers telah mengeluarkan Keputusan terhadap sengketa tersebut.

Ini terkait produk jurnalistik berjudul: "Pemenang Tender Ditolak, SBY Bertindak", yang diadukan Partai Demokrat kepada Dewan Pers. Hasilnya, Dewan Pers telah memutuskan. Pertama, Dewan Pers menilai berita Teradu Media Indonesia telah MELANGGAR Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik. Alasannya, "tidak berimbang, tidak uji informasi dan mengandung OPINI YANG MENGHAKIMI".

Demikian disampaikan Jansen Sitindaon (Pengadu Media Indonesia) dalam siaran persnya yang diterima redaksi MODUSACEH.CO, sore ini (21/2/2018). Kedua, Teradu Media Indonesia WAJIB memuat Hak Jawab dari Pengadu disertai PERMINTAAN MAAF kepada Pengadu dan MASYARAKAT LUAS selambat-lambatnya 3x24 jam sejak menerima konsep hak Jawab dari Pengadu dan ditautkan ke berita yang diadukan.

Ketiga, jika Teradu Media Indonesia tidak melayani Hak Jawab dan ketentuan lain yang telah diputuskan, maka Teradu Media Indonesia DIPIDANA DENDA sebanyak-banyaknya Rp 500 juta rupiah, sebagaimana ketentuan Pasal 18 ayat (2) UU Pers No. 40 tahun 1999.

Dan keempat, keputusan ini telah disetujui Teradu Media Indonesia dengan di tanda tanganinya keputusan cq. Dokumen Risalah penyelesaian perkara oleh Gaudensius Suhardi, selaku Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia (mewaki pihak Teradu Media Indonesia).

“Saya Jansen Sitindaon atas nama Pengadu dan seluruh kader Partai Demokrat se Indonesia, mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pers atas proses persidangannya yang cepat dan responsif ini. Sehingga polemik dan sengketa ini dapat cepat dan segera diselesaikan,” tulis Jansen.

Seperti disampaikan Gaudensius Suhaedi dalam persidangan, sebelum pengambilan keputusan tadi, "Media Indonesia adalah sahabat Demokrat, mungkin karena kita kurang saling kenal saja". “Saya selaku Pengadu dengan ucapan yang sama sepakat dengan ucapan Gaudensius bahwa: "semua media termasuk Media Indonesia adalah sahabat kami Demokrat. Pengaduan ini sebagaimana telah di sampaikan sejak awal adalah bagian dari tindakan. Sayang kami untuk mengingatkan teman kami para rekan-rekan media. Karena teman yang baik adalah teman yang berani mengingatkan kalau teman tersebut salah, agar kedepan semakin lebih baik lagi".

“Mari kita kembali saling bergandengan tangan demi iklim pers yang semakin sehat, verifikatif dan tidak mengakimi,” tulis Jansen diakhir siaran persnya itu.***

Komentar

Loading...