Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Inggris Latih Petani Karet Aceh Barat Cara Deres dengan Benar

Inggris Latih Petani Karet Aceh Barat Cara Deres dengan Benar
Bupati Aceh Barat Membagikan Alat Deres Karet pada Penutupan Pelatihan/Foto Humas Pemkab Aceh Barat
Penulis
Editor
Rubrik

Meulaboh | Yayasan Mulia Hati yang dipimpin Catherine Ann Jean Meijer Twentyman asal Inggris, melatih petani cara menderes karet yang benar (produktif). Pelatihan tersebut, dipusatkan di Gampong (Desa) Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak pertengahan April 2018 lalu dan ditutup Bupati Aceh Barat Ramli. MS, Kamis (10/05/2018). 

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Aceh Barat Said Mahjali, melalui sambungan telpon, Jumat (11/05/2018) menjelaskan, pelatihan cara menderes karet dengan benar, melibatkan 20 petani karet di Aceh Barat.

Mereka, selain diberikan penjelasan dan menonton pemutaran vidio deres karet, juga dilakukan praktek langsung di lapangan. Itulah sebabnya, petani karet diajari agar petani saat menderes karet, tidak dibenarkan menderes mengenai batang (Combium). 

Kemudian, cara menderesnya kiri atas, kanan menurun ke bawah. Dengan cara menderes karet tidak mengenai combium, karet bisa produksi 30 tahun. Lalu, deres karet juga tidak bercampur dengan kulit alias bersih, sehingga harga karet bisa diatas Rp 10 ribu per kilogram. “Kalau deres karet seperti yang dilakukan masyarakat sekarang, itu bisa produktif 10 tahun dan harga Rp 6 sampai 7 ribu per kilonya,” ujar Said Mahjali, kepada MODUSACEH.CO, Jumat (11/05).

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Ramli. MS, melalui Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Barat, Drs. Muharir, mengaku menyambut baik atas inisiatif Yayasan Mulia Hati, yang telah bersedia berbagi dengan masyarakat tentang cara menderes tanaman karet tahap satu dengan benar. 

"Mudah-mudahan pelatihan yang telah diberikan dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, dan manfaat kepada semua pihak, khususnya masyarakat petani karet,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli. MS, melalui Kabag Humas, Kamis (10/05). 

Dipenghujung penutupan, Bupati Aceh Barat menegaskan, di Aceh Barat, karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa.  “Sekaligus menjadi pendorong terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati,” jelas Bupati Aceh Barat Ramli. MS.

Namun, selama ini masih banyak petani yang menerapkan pola menderes tanaman karet dengan cara yang salah. Sehingga produksi getah tidak maksimal. Perlu diketahui, seperti penjelasan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Aceh Barat Said Mahjali, luas kebun karet produktif di Aceh Barat, kini berkisar 25 ribu hektar. ***

Komentar

Loading...