Golkar dan NasDem Dukung Aminullah Usman.

Illiza Sa’duddin Djamal: Tak Mungkin Saya Pindah Partai!

Illiza Sa’duddin Djamal: Tak Mungkin Saya Pindah Partai!
Foto: acehnews.net
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Illiza Sa’duddin Djamal mengaku tidak mempersoalkan partai NasDem dan Golkar mendukung Aminullah Usman dan Zainal Arifin, sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

“Selamat pada Aminullah Usman dan Zainal Arifin. Mari sama-sama kita beritikat baik, berjuang dan siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik,” kata Illiza melalui sambungan Telpon. Siang itu, Illiza mengaku sedang di Bandung, Selasa, 23/08/2016 lalu.

Calon Wali Kota petahana itu mengatakan, dalam proses politik dia telah melakukan berbagai komunikasi politik dengan Partai Golkar, NasDem, Partai Demokrat sejumlah partai nasional dan partai lokal lainnya. 

Partai Golkar misalnya, selain membangun komunikasi, dia juga mengikuti penjaringan yang dilakukan DPD I Partai Golkar Aceh. Saat itu, dia menyampaikan visi dan misinya untuk membangun Kota Banda Aceh jika terpilih. Itu sebabnya, DPD II Kota Banda Aceh dan DPD I Golkar Aceh mengusul namanya untuk ditetapkan DPP Partai Golkar sebagai syarat dukungan. “Namun, jika pimpinan partai itu menentukan lain, saya kira itu hak partai tersebut,” ucap Illiza.

Illiza Sa’duddin Djamal menegaskan, meskipun Golkar tidak mengusungnya secara partai politik, namun banyak kader partai  ini yang sudah sehati dengannya-untuk mendukung menuju Kota Banda Aceh satu. “Secara keorganisian kita hargai, tidak ada masalah,” ujar Illiza.

Begitu juga Partai NasDem, ungkap Illiza, dirinya ditawarkan untuk menjadi partai besutan Surya Paloh ini, termasuk mengusulkan salah satu kader NasDem untuk posisi wakilnya. Namun,  dirinya mengaku tetap berpegang komitmen terhadap apa yang telah disampaikan, yaitu memilih wakil melalui mekanisme survei. Sedikitnya, dari partai NasDem ada dua nama yang ia survei, begitu juga partai lain. “Hasil survei Farid Nyak Umar yang lebih tinggi,” ujarnya.

Terkait tawaran menjadi anggota atau Pengurus Partai NasDem. Illiza menjelaskan bersikapnya. Itu tidak mungkin dia lakukan atau pindah partai sebab sejak kecil ia telah menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Kalau ada opsi, itu hal yang biasa. Tapi kalau untuk berpindah partai, itu tidak mungkin. Secara ideologi dari kecil sampai sekarang, jasa PPP pada saya belum sanggup saya balas,” kata Illiza.

Maka, siapapun yang dipilih Golkar dan NasDem, Illiza hanya mengaku berjuang bersama-sama dalam membangun Kota Madani ini. Dan, masyarakat Kota Banda Aceh sudah tahu apa yang telah ia buat untuk kota ini. “Kalau kinerja saya sudah bisa dilihat apa yang sudah kita kerjakan. Kalau yang lain mengatakan akan membuat A, B, C, tinggal masyarakat menilai,” ujar calon Wali Kota Banda Aceh dari Incumbant ini.***

Komentar

Loading...