Merasa Tudingan Homoseksual Sepihak

Ibu dan Kakak Kandung MT Sesalkan Pemberitaan Media dan Warga

Ibu dan Kakak Kandung MT Sesalkan Pemberitaan Media dan Warga
Kabarin.co
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna (Banda Aceh)

Banda Aceh | Keluarga dari MT (23) terduga kasus hubungan sesama jenis (homoseksual) yang digerebek warga Gampong Rukoh, Darusalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, 28 Maret 2017 lalu, merasa tidak percaya terhadap dugaan kasus yang dialami MT. Itu disampaikan Ida (52) Ibu dan Rina (27) kakak kandung terduga MT, yang tinggal di kawasan Gampong Keudah, Banda Aceh, kepada MODUSACEH.CO, saat diwawancarai di Kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Rabu (26/04/2017).

Rina mengaku, tidak percaya bahwa adiknya MT melakukan hal tersebut, dikarena kesehariannya MT merupakan anak yang baik, patuh, pendiam dan tidak pernah melalukan tindak kejahatan apapun. "Dalam keluarga MT anak yang paling baik,  sopan bahkan jarang keluar rumah, hanya rumah ke tempat kerja dan pulang kerumah lagi," ujar Rina sambil menangis tersedu-sedu saat bercerita.

Rina juga menceritakan, kalau MT baru empat bulan tinggal di Banda Aceh bersamanya. Sebelumnya MT tinggal dan bekerja di Medan. Saat di Medan, kesehariannya ia bekerja di sebuah warung kopi. "Kerena ia kerja di warung kopi dan selalu pulang malam, MT sempat menjadi korban dari pembegalan, tangannya sempat dipukul dengan martil. Jadi, karena khawatir saya menyuruhnya pindah dan tinggal di Banda Aceh," katanya.

Lanjutnya, MT mengatakan kepada keluarganya bahwa ia baru kenal dengan terduga MH (20) yang diduga menjadi pasangannya saat penggerebekan itu. MT dan dan MH pertama kenal melalui salah satu akun sosial media, selanjutnya mereka "Kopi darat" di salah satu warung Kopi Banda Aceh. Nah, pada malam naas tersebut MT izin ke Kakaknya untuk bertemu salah satu teman barunya. "Awalnya saya sudah melarang MT untuk keluar pada pada malam itu dikarenakan cuaca juga sedang gerimis. Namun, ia mengatakan ingin bertemu teman barunya. Saya pikir ya sudahlah," jelasnya.

Namun, menjelang tengah malam Rina mendapat telpon dari adiknya MT yang mengatakan jika ia di gerebek dan ditangkap warga. "Tolong,,, Kak tolong saya di tangkap. Namun, saat saya tanyai dimana posisinya dia tidak tahu dan hanya mengatakan di daerah Kampus Darussalam," papar Rina.

Disaat bersamaan, ibunya juga mengungkapkan rasa kecewa terhadap media yang memberitakan kejadian tersebut. Ia merasa kecewa kenapa kejadian tersebut dipaparkan dengan begitu jelas. "Silahkan dimuat dan beritakan jika memang salah, tetapi yang sangat saya sesalkan dan sedih kenapa tidak di blur, kenapa anak saya tidak boleh mengenakan pakaiaannya, dan di pukul oleh masa, bukankah tidak boleh main hakim sendiri," cerita Ibu MT, Ida disela-sela tangisannya.

Rasa kesal Ida, ibu kandung MT memang mendasar. Sebab, usai kejadian itu berbagai rekaman video beredar luas. Bahkan, saat pemeriksaan di Kantor Satpol PP/WH Aceh, Kasi Penyidik instansi itu, Marzuki juga menjelaskan berbagai pengakuan dari kedua tersangka tadi.***

Komentar

Loading...