Breaking News

Fachrul Razi, Anggota DPD RI Asal Aceh

14 Tahun MODUS ACEH: Ibarat Oase di Tengah Padang Pasir

14 Tahun MODUS ACEH: Ibarat Oase di Tengah Padang Pasir
Penulis
Rubrik

MODUSACEH.CO | Sebelumnya, secara pribadi dan sebagai senator asal Aceh, saya mengucapkan selamat hari jadi yang ke-14 tahun untuk Tabloid MODUS ACEH. Saya melihat selama 14 tahun, kehadiran MODUS ACEH sangat membantu masyarakat Aceh khususnya dalam memberikan informasi yang berimbang, bijak dan tanpa memihak kepada masyarakat.

Usia 14 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media massa untuk tetap eksis mengawal pembangunan di Aceh pasca konflik dan tsunami. Dengan adanya MODUS Aceh, tentunya masyarakat dapat menikmati sajian berita yang berimbang dari sisi lainnya.

Sebagai politisi yang tak bisa jauh dari setiap berita, alhamdulillah saya adalah salah satu dari empat juta rakyat Aceh yang menjadi pembaca setia MODUS ACEH. Semua rubrik sajian MODUS ACEH saya sukai. Tentunya sebagai seorang politisi, rubrik yang saya suka adalah politik.

Untuk kekuatan data dan fakta, sejauh ini, sudah sangat akurat. Tentunya ini sebuah tantangan juga bagi MODUS ACEH, soal sejauh mana dapat mempertahankan keakuratan data yang didapat di lapangan. Keakuratan data juga harus diimbangi dengan wawancara yang objektif, mampu menohok narasumber dan mampu menciptakan data-data yang dipublis menjadi isu hangat yang menjadi wacana di ranah publik.

Sejauh ini, saya memahami MODUS ACEH itu ibarat oase di tengah padang pasir. Tentunya bisa menjadi penyejuk bagi mereka yang haus dan akan sangat bermakna kalau oase itu tidak pernah kering dari ide-ide baru.

Sejauh ini, kekuatan media agar bisa bertahan, harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Karena sejauh ini, media adalah salah satu pilar demokrasi yang tidak bisa diabaikan. Menjadi corong demokrasi bagi rakyat bukan perkara mudah, perlu kesolidan dan pintar membaca situasi. Media juga harus konsisten dengan isu tanpa terpengaruh dengan tekanan mana pun. Independensi media ini saya acungi jempol dan integritas media juga saya akui luar biasa.

Kelemahan MODUS ACEH, tentu karena banyak dibenci oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan pemberitaan yang mengabarkan kebenaran. Tapi, bagi saya, inilah kelebihan MODUS ACEH. Di sisi lain, media ini masih mayoritas dibaca kelas menengah ke atas. Saya berharap dapat dibaca sampai ke kampung-kampung pelosok pedalaman.***

Komentar

Loading...