BAP Tuntutan Ahmadi

Hendri Yuzal Minta Bantu Proyek pada Nizarli  

Hendri Yuzal Minta Bantu Proyek pada Nizarli  
Nizarli bersama istri. Sumber Foto : Dialexsis
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ir. Nizarli, M.Eng, mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa/Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh mengaku, pernah diminta bantu Staf Khusus Gubernur Aceh, Hendri Yuzal terkait proyek.

Pengakuan itu disampaikan Nizarli pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tuntutan, dengan terdakwa Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ali Fikri di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (22/11/18).

Nizarli mengaku, Hendri Yuzal memberikan list proyek Rencana Umum Pengadaan (RUP) untuk Kabupaten Benar Meriah. Saat itu, Nizarli tidak mendengar Hendri Yuzal  bicara panjang lebar. “Hendri Yuzal hanya mengatakan tolong dibantu. Kalau percakapan Bupatinya (Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, terdakwa KPK) sudah ketemu dengan Gubernur, saya tidak ingat,” ungkap Nizarli dalam BAP tersebut.

Dalam keterangan, Nizarli juga mengenal Teuku Syaiful Bahri (tersangka KPK). Bahkan, dia mengaku, Syaiful Bahri pernah bertandang kerumahnya di Gampong Mulia, Banda Aceh dan pernah juga bertemu di kantonya, ULP Pemerintah Aceh.

“Pertemuan pertama dengan Syaiful Bahri terjadi di kantor saya, di Kantor ULP Prov. Aceh. Saat itu yang bersangkutan memperkenalkan diri sebagai Tim Sukses Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (tersangka KPK). Kami hanya bercerita sekitar 5 menit. Kemudian pertemuan selanjutnya ketika yang bersangkutan datang ke rumah saya bersama T. Fadhilatul.

Dalam kasus ini, Dalam kasus ini, Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah non aktif, Ahmadi dan Staf Gubernur Aceh, Hendri Yuzal serta seorang pengusaha Syaiful Bahri ditangkap KPK dalam OTT di Aceh, 4 Juli 2018.

Dalam perkembangannya, KPK menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka dalam dugaan suap fee DOKA 2018. Selain itu, KPK terus melakukan pengembangan, termasuk mencekal keluar negeri empat orang yang diduga mengetahui aliran dana tersebut. Mereka adalah, mantan Kadis PUPR Aceh, Rizal Aswandi, mantan Kepala ULP Aceh, Nizarli, dan Staf Ahli Gubernur Aceh, Fanny Steffy Burase serta seorang swasta Teuku Fidhalatul. KPK juga telah melakukan pemeriksaan 121 saksi, termasuk Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Lalu, KPK juga telah beberapa kali menggelar sidang dengan terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sementara, tiga terdakwa lain akan disidang pada Senin (26/11/18).***

 

 

 

 

 

Komentar

Loading...