Breaking News

Hendak Bawa Ganja ke Pekan Baru, Kurir Ini Ditangkap Polisi

Hendak Bawa Ganja ke Pekan Baru, Kurir Ini Ditangkap Polisi

Bireuen | Polisi Sektor (Polsek) Gandapura, Kabupaten Bireuen menangkap dua kurir sekaligus pengedar ganja pada dua lokasi terpisah Senin (28/1/2019) lalu. Kedua pelaku itu, MR (18) Wiraswasta, asal Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, ditangkap Senin (28/1/2019), sekira pukul 05.00 WIB di Simpang Pulo Awe, Kecamatan Kutablang, tepatnya di pinggir Jalan Medan- Banda Aceh. Satu lagi, AK (27), wiraswasta, asal Desa Blang Keudee, Kecamatan Gandapura ditangkap sekira pukul 20.00 WIB di Desa Lingka Kuta Gandapura.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kapolsek Gandapura, Ipda Melisa S. Tr.K kepada wartawan, Kamis (7/2/2019) menyebutkan, tersangka MR ditangkap saat sedang menunggu bus.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu tas ransel hitam merek raptor berisikan 7 bal diduga narkotika jenis ganja terbungkus lakban cream dan satu buah kotak kopi merek Indocafe di dalamnya berisi 9 bal diduga ganja terbungkus dengan lakban cream. “Keseluruhan narkotika jenis ganja yang disita adalah 16 bal, dengan berat mencapai 13.592 gram,” katanya.

Selain itu, juga diamankan, uang tunai Rp 209.000, satu lembar kartu ATM BRI warna biru dan satu baju laki-laki. “Sedang temannya berhasil melarikan diri diri,” sebut Melisa.

Lalu, satu tersangka lainnya, yang sempat melarikan diri yaitu AK berhasil ditangkap saat hendak membawa narkotika jenis ganja ke Pekanbaru, Riau dengan menggunakan angkutan umum jenis bus atau L300. Ganja tersebut dibawa atas suruhan Saiful alias Pon, warga Sawang, Aceh Utara.

Tersangka AK sebut Kapolsek, tidak pernah bertemu dengan Pon, dia berhubungan dengan HP dan ganja tersebut diperoleh tersangka dari temannya Pon di daerah Sawang sehari sebelum ditangkap.

“Apabila ganja tersebut sampai ke Pekanbaru, tersangka akan memperoleh keuntungan Rp 6 juta. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka, dia sudah sering membawa ganja ke Pekanbaru, terkadang ke Padang, Sumatera Barat bahkan sampai ke Lampung menggunakan jalur darat,” jelasnya.

Keduanya dikenai Pasal 111 Ayat (2) Jo 115 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.***

Komentar

Loading...