Prediksi Warganet Menjurus Gangguan Kejiwaan

Heboh! Oknum Polisi Ditangkap Diduga Robek Al Quran

Heboh! Oknum Polisi Ditangkap Diduga Robek Al Quran
Alquran dirobek. Foto: Facebook
Penulis
Rubrik
Sumber
tribun medan

Medan | Sorang oknum anggota polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan, Sumtera Utara, ditangkap dan diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, karena diduga telah merusak al-Qur'an di sebuah masjid.

Informasi yang berkembang di media sosial menyebutkan, oknum anggota Polisi berinisial TPH itu telah merobek lembaran al-Qur'an di masjid Nurul Iman RSUP H Adam Malik, Medan, Kamis (10/5/2018) lalu.

Dikutip Tribun Medan, oknum anggota kepolisian berpangkat Brigadir, kini sudah ditahan di Mapolrestabes setempat. "Ya benar anggota kita ada yang melakukan pengerusakan Al-Quran saat berada di Masjid Nurul Iman RSUP H Adam Malik. Saat ini dia sudah ditahan," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto.

Menurut keterangan Dadang, Polrestabes Medan tetap akan melakukan tidakan tegas terhadap anggota kepolisian setempat apabila melakukan kesalahan. Karena katanya, semua orang sama di mata hukum.

"Ini bentuk penegakan hukum. Baik warga sipil maupun personel kepolisian yang melakukan kesalahan, tetap kami tindak sesuai proses hukum yang berlaku," tegasnya.

Namun, saat disinggung mengenai aksi nekat oknum berinisial TPH itu merusak Al-Quran, Kapolrestabes Medan mengaku anggotanya mendapat bisikan ghaib. Bahkan sebutnya, TPH selama ini mengalami sakit kejiwaan.

Pelaku perobek al-Quran merupakan oknum anggota polisi didiga mengalami gangguan kejiwaan. Foto: Facebook

 

"Itu, dia bilang mendapatkan bisikan ghaib. Ternyata juga TPH mengalami sakit kejiwaan dan tengah dalam proses penyembuhan," kata Dadang seperti dilansir Tribun Medan, Jumat (11/5/2018).

Sebelumnya, aksi asusila TPH merusak kitab suci umat Islam di Masjid Nurul Iman RSUP H Adam Malik diketahui publik setelah nazir masjid melihat rekaman kamera pengintai (CCTV). Menurut laporan, nazir masjid membuka kamera CCTV karena mendapat laporan dari sejumlah warga yang melihat aksi oknum disebut mengalami gangguan jiwa tersebut.

Lalu, setelah dipastikan laporan itu benar adanya, nazir masjid kekmudian memposting rekaman tersebut di media sosial facebook, pada Kamis (10/5) sekira pukul 12.)00 WIB. Hasil rekaman yang diposting di media sosial facebook itu pun menuai reaksi warganet yang merasa geram dengan tindakan penghinaan itu.

Namun anehnya, reaksi warganet terhadap aksi nekat oknum polisi itu lagi-lagi mudah ditebak. Hampir semua warganet menilai aksi yang dilakukan tersebut dipastikan bakal disebut termasuk aksi yang dilakukan orang gila. Berikut sejumlah komentar warganet.

"Nanti kata polisi pelaku terkena gangguan jiwa, tulis akun bernama Muhammad Ihwal Syahputra. "Tersangka labil kejiawaannya, Karna alasan tersebut, tersangka kami bebaskan..!!!," sindir akun Y'omi Putra RangGucci. "Kalau diintrogasi pasti orang gila," tambah akun Aris Putra.

Siswo Prayitno meminta kasus trsebut mesti dikawal agar tidak ada perlakuan istimewa. "Kawal terus orang gila tsb. Kabarnya ybs anggota polisi. pastikan tidak ada perlakuan istimewa dari aparat. Bila pelu copot dari keanggotaan kepolisian. Lalu hukum  tegakkan atas ybs," tulisnya.

Sementara itu, akun Yasmine Sophiea Lubis juga mempertanyakan kenapa harus al-Quran saja yang menjadi sasaran pengrusakan orang yang disebut gila itu. "Kenapa musti alquran jadi sasaran. apa salahnya? Kalau bukan mancing keributan," nilai Yasmine.

Masih banyak komentar warganet lainnya yang menduga kasus tersebut dipastikan bakal berakhir begitu saja tanpa hukuman karena dugaan gangguan kejiwaan yang akan membantu pelaku.

namun begitu, Kapores setempat, Kombes Pol Dadang Hartanto meminta kasus penistaan kitab suci sebaiknya jangan sampai memperkeruh kondisi keamanan Kota Medan yang saat ini dinilai kondusif. Dia juga memastikan semua akan dipandang sama di mata hukum.

"Intinya TPH sudah ditahan dan dalam pemeriksaan penyidik. Semuanya sama di mata hukum. Siapa yang salah baik itu sipil maupun anggota Polri harus diberikan tindakan tegas," tutupnya sebagaimana dilansri Tribun Medan.

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...