Dibalik Kebijakan Rasionalisasi Plt Gubernur Aceh (bagian dua)

Harusnya Belajar dari Masa Lalu, Jangan Picu Konflik dan Letupan Internal Baru

Harusnya Belajar dari Masa Lalu, Jangan Picu Konflik dan Letupan Internal Baru
Anwar Noer bersama sahabat dan mitra kerja (Foto: FB Anwar Noer)
Rubrik

Banda Aceh | Mantan anggota Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK) Damai Aceh (Desk Aceh), Kemenkopolhukam RI, Anwar Noer berpendapat. Harusnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah belajar pada kondisi Aceh masa lalu dan terkini. Salah satunya, memperkecil konflik internal dan mampu meredam letupan-letupan kecil dari setiap kebijakannya.

“Saya selalu katakan, kita sudah keluar dari konflik Aceh dengan damai. Karena itu, jangan sampai ada di internal rakyat dan pemimpin Aceh sendiri yang membuat masalah. Harusnya, Plt Gubernur Aceh belajar dari apa yang pernah terjadi. Jangan sampai malah membuat konflik internal baru, apalagi sampai meluas di Aceh,” begitu saran Anwar Noer atau akrab disapa Cak Noer.

Pendapat itu disampaikan dalam wawancara khusus dengan media ini melalui saluran telpon seluler, Senin, 8 Oktober 2018. Menurutnya, kondisi Aceh hari ini membutuhkan sosok pemimpin yang sejuk dan mampu mengayomi berbagai elemen masyarakat. “Jadi, jagalah, jangan sampai ada letupan-letupan kecil lagi,” ucap dia.

(baca; Nova Lakukan Rasionalisasi Tim Ahli dan Staf Khusus. Teguh Agam Metuah, Sayuti Abu Bakar dan Cut Nina Terdepak, Nico, Wibi, Fahlevi dan Tarmizi Bertahan).

Jika itu terjadi sebut Cak Noer, akan sangat tidak baik bagi kondisi Aceh ke depan. “Sebab, apapun yang terjadi di Aceh bukan lagi day to day,  tapi sudah second to  second , dinamikanya sangat cepat. Bagi pemerintah pusat sendiri, jarum jatuh di Aceh, bagaikan bom bagi Jakarta,” ujarnya.

Begitupun, terkait kebijakan rasionalisasi sejumlah tim ahli, staf khusus dan  tim asistensi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, diakui Cak Noer, tetap saja hak proregatif Plt Gubernur.  “Tapi, apapun kita kembali kepada hak prergatif beliau. Namun,  seharusnya tidak “membuat masalah”. Rangkullah,termasuk orang-orang yang berbeda pendapat,” saran dia.

(baca; Dibalik Kebijakan Rasionalisasi Plt Gubernur Aceh. Anwar Noer: Saya Belum Dapat Kabar!).

Andai pun ada stigma bahwa mereka adalah orang-orang peninggalan Gubernur Irwandi Yusuf, tentu bisa dibicarakan. Sebab, semua itu menyangkut masalah komunikasi saja. “Saran saya, jangan mudah percaya dengan istilah lingkaran internal. Sebab, belum tentu mereka tahu dan paham dengan semua persoalan,” ujarnya.

Masih kata Cak Noer. “Saya juga percaya bahwa, mungkin saja apa yang ada di lingkar Bang Wandi sebelumnya, mereka juga tidak mengerti seluruhnya dengan dinamika yang terjadi di Aceh dan Jakarta. Ini terlepas dari masalah hukum yang kini terjadi,” ucapnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...