H Plus Lima Paska Lebaran, Kota Banda Aceh Kembali Mengeliat

H Plus Lima Paska Lebaran, Kota Banda Aceh Kembali Mengeliat
Arus Mudik dari Sabang Menuju Banda Aceh (Foto: Okezone.com)
Rubrik

Banda Aceh | Memasuki H plus lima paska lebaran (Idul Fitri 1439H), suasana Kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh, kembali aktif dan mengeliat. Ini ditandai dengan beroperasinya sejumlah pusat perdangangan dan kuliner. Terutama warung-warung kopi di Ibukota Provinsi Aceh , Banda Aceh.

“Memang belum seluruhnya buka, tapi warga kota sudah bisa menikmati segelas kopi,” kata Muhammad Mada kepada media ini, Selasa sore (19/6/2018). Menurut Cek Mada, begitu dia akrab disapa, walau banyak warga kota yang mudik lebaran. Namun, mulai Minggu lalu (H plus tiga), sudah kembali ke Banda Aceh.

Pantau media ini, sejumlah warung kopi terkenal seperti Solong, Ule Kareng dan Solong Premium, Beurawe Banda Aceh, sudah buka. Selain itu, sejumlah pedagang kuliner dan warung kopi di kawasan Panggo serta Jalan Nyak Makam, Banda Aceh, juga sudah beroperasi. Sementara, arus balik dari pantai timur (Medan menuju Banda Aceh) juga terlihat padat. Termasuk dari kawasan pantai barat-selatan. 

Kota Banda Aceh memiliki jumlah pendudukan  sekirat 254,904 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai suku dan etnis, baik di Aceh maupun Indonesia. Itu sebabnya, jelang Idul Fitri 1439H tahun ini, banyak warga yang mudik ke kampung halaman, apalagi libur panjang.

20180619-arus-balik-mudik

Foto: Serambi Indonesia

Sebaliknya, sejumlah warga Aceh diperantuan seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan dari negeri jiran Malaysia, juga pulang ke Aceh alias mudik. “Setahun sekali berkunjung dan bersilaturrahmi dengan kedua orang tua dan keluarga. Ini menjadi agenda rutin bagi kami warga Aceh di perantuan,” kata Riski Azhar, seorang jurnalis asal Lhokseumawe, yang kini bekerja di salah satu media nasional, Jakarta.

Sementara, memasuki H+5 pasca-Idul Fitri 1438 Hijriah, arus balik dari Pulau Weh Sabang menuju Kota Banda Aceh mulai mengalami peningkatan. Hingga Jumat 30 Juni 2017 siang, penumpang dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh mencapai seribu  orang.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Rusmansyah kepada media pers mengatakan, hingga siang tadi tiga kapal telah lego jangkar di pelabuhan. Meski masih ramai pelancong yang hendak berlibur ke Sabang, arus balik dari Sabang terasa lebih ramai.

“Sore ini masuk tiga kapal lagi ke Ulee Lheue dari Sabang. Kepulangan wisatawan dari Sabang akan berdampak pada berkurangnya kendaraan yang terparkir di area pelabuhan,” kata Rusmansyah kepada di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Jumat (30/6/2017). Ia menyebut sebanyak empat-lima kapal dioperasikan untuk menampung wisatawan ke Sabang dan sebaliknya. Tiga di antaranya kapal cepat Ekspress Cantika, serta Ekspres Bahari 2F dan 8B.

Sementara sisanya Feri KMP Papuyuh dan Simeulue. Kapal feri sendiri kewalahan menampung jumlah kendaraan yang membeludak, baik dari Banda Aceh maupun sebaliknya. Sementara jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Banda Aceh setiap harinya selama liburan mencapai 200 kendaraan. “Puncak arus balik dimulai hari ini sudah mulai ramai. Wisatawan ke Sabang juga masih ada yang menunggu kapal untuk berangkat sampai habis masa liburan,” sebutnya.

Memang, dalam lima tahun terakhir, jumlah penduduk di Aceh meningkat setiap tahun. Pertumbuhan penduduk tercatat sekitar 2,3 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 1,3 persen. Pertumbuhan tersebut bukan semata-mata disebabkan tingkat kelahiran yang tinggi, tapi juga karena banyak orang yang pindah ke Aceh. Misal, setelah melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan di daerah ini pasca-perdamaian. Jumlah penduduk Aceh saat ini berkisar 5,2 juta jiwa dengan pertumbuhan sekitar 2,3 persen per tahun.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...