Terkait Pernyataan Kadin Aceh Bukan Organisasi Keluarga

H. Firmandez: Kita Bersaudara dan Teman, Jangan Tendensius!

H. Firmandez: Kita Bersaudara dan Teman, Jangan Tendensius!
google.com
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Kadin Aceh, H. Firmandez mengaku. Pelaksanaan Musyarawah Provinsi (Musorprov) Kadin Aceh sedang dalam proses pelaksanaan. Karena itu, berbagai dinamika yang muncul sangatlah wajar.  Hanya saja, jangan karena ambisi untuk duduk jadi pengurus, lalu mengait-gaitkan posisi dirinya dengan keluarga. “Bersabarlah, dalam tahun ini juga kita laksanakan,” tegasnya.

Hanya saja, dia mengaku kecewa dan terusik, ketika persoalan organisasi dikaitkan dengan persoalan keluarganya. Apalagi, penyebutan itu berasal dari pimpinan Kadin. “Kadin organisasi profesi dan pengabdian, karena itu setiap orang pasti punya niat baik. Jika apa yang saya lakukan selama ini baik, Alhamdulillah kalau dilanjutkan. Jika ada kesalahan, tentu saya minta maaf,” kata Firmandez kepada media ini, Selasa (11/9/2018).

Itu sebabnya, dia mengaku sedih dan kecewa dengan pernyataan Ketua Kadin Banda Aceh, Muntasir Hamid. “Dia itu kan adik saya dan sudah seperti keluarga. Saya juga yang tempatkan dia sebagai Ketua Kadin Banda Aceh untuk dua periode. Begitupun saya tidak marah pada Muntasir,” ucap Firmandez.

Tapi, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini balik bertanya.  “Apakah hanya karena posisi dan jabatan di Kadin Aceh, lalu diantara kita harus saling bermusuhan dan menjatuhkan,” sebut dia. "Andai pun pelaksanaan Musorprov Kadin Aceh nantinya sudah melewati batas waktu, sesuai AD/ART, tentu Kadin Indonesia akan menunjuk karatekter atau pelaksana tugas (Plt). Jadi,  jangan ribut-ribut dan panik, jalani secara wajar saja," saran Firmandez.

Seperti diwartakan acehantaranews. com, Senin, 10 September 2018. Ketua DPD Kadin Banda Aceh, Muntasir Hamid menegaskan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh bukan organisasi keluarga, sehingga kepengurusan berikutnya agar dipimpin oleh orang-orang yang profesional.

"Saya inginkan kepada Firmandes bahwa Kadin Aceh ini bukan organisasi dinasti, sehingga jangan seenaknya untuk menempatkan keluarganya menjadi ketua berikutnya," kata Muntasir Hamid kepada wartawan di Banda Aceh, senin.

Ia menyatakan hal itu terkait dengan berakhirnya masa bakti Dewan Pengurus KADIN Aceh periode 2013 - 2018 pada September 2018. Namun, menjelang berakhirnya periode kepengurusan Kadin Aceh yang dipimpin Firmandez, hingga kini belum ada jadwal yang pasti untuk pelaksanaan.

Musyawarah Provinsi (Musprov) yang merupakan agenda wajib sesuai perintah Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga AD/ART. Terlepas dari itu, Muntasir mengharapkan kepada Firmandes untuk segera mundur dan dipilihnya caretaker untuk pelaksanaan Musprov.

Dia menilai, selama kepengurusan Firmandes, khususnya pada periode ketiga, organisasi Kadin Aceh sepertinya tidak ada arah atau kebijakan yang berarti, sehingga tidak ada kontribusi apa-apa buat daerah. 

Karenanya, kata dia, kepengurusan mendatang benar-benar orang yang bisa membawa Kadin ini menjadi organisasi yang menciptakan lapangan kerja baru dan menciptakan interprenur muda di Aceh. Ia juga berharap kepada Kadin Pusat untuk melihat kenyatakan yang ada selama ini bahwa keberadaan Kadin Aceh selama ini fakum atau "mati suri".  

"Kalau saya juga boleh bertanya, selama dua periode berjalan dan memimpin Kadin Banda Aceh, apa yang sudah luar biasa dilakukan saudara Muntasir Hamid. Jadi, tidak baik kalau kita sudah tua-tua seperti ini berbicara dan bersikap seperti itu," ujar Firmandez.

Firmandez juga menjelaskan. “Semua sudah kita siapkan. Termasuk SK panitia. Mulai dari Ketua OC dan SC. Hanya saja, kita sedang menunggu waktu dari Kadin Indonesia, mengenai kesempatan dan waktu mereka untuk hadir dan membuka Musda,” ujar Firmandez.

Kata Firmandez, semua boleh punya keinginan dan ambisi untuk memimpin Kadin Aceh. Namun, semua itu harus diletakkan pada pondasi saling menghargai dan menghormati. Bukan saling menghancurkan satu sama lain. “Kondisi ini tidak baik. Toh, kita pernah bersama-sama, berteman dan bersaudara,” ungkap Firmandez.

Terkait tudingan Muntasir soal Kadin Aceh adalah organisasi keluarga. Dengan tegas Firmandez mengatakan. “Yang mana disebutkan Muntasir organisasi keluarga. Apakah mungkin anak saya Farid dan Furqan serta adik saya Fahrizal Murphy jadi ketua. Oh, jika diberi kesempatan dan berkenan saya titipkan anak atau adik saya sebagai salah satu pengurus, apakah itu salah,” kata Firmandez.

Masih kata Firmandez. “Janganlah kita saling merusak. Apalagi pengurus yang akan datang sudah memiliki kantor sendiri. Jadi, jalankanlah organisasi secara baik,” saran dia.***

 

 

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...