Breaking News

Kadin Indonesia Tetap Careteker Kadin Aceh

H. Firmandez: Alhamdulillah Saya Masih Dipercaya Kadin Indonesia!

H. Firmandez: Alhamdulillah Saya Masih Dipercaya Kadin Indonesia!
H. Firmandes (Foto: HABATIMUE.COM)
Rubrik

Banda Aceh | Mantan Ketua Umum Kadin Aceh, H. Firmandez mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Pengurus Kadin Indonesia. Ini terkait, masuknya kembali nama anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar asal Aceh tersebut, sebagai salah satu careteker Kadin Aceh.

“Alhamdulillah, saya masih dipercaya Kadin Indonesia,” kata singkat kepada media ini, Selasa sore (22/1/2019).

Dia mengaku, penempatan dirinya sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Careteker Kadin Aceh, sebagai bukti bahwa dia telah menjalankan organisasi pengusaha tersebut, sesuai AD/ART dan pedoman organisasi (PO) Kadin.

“Walau saya menerima banyak tuduhan dan tudingan. Kini, secara psikologis terjawab sudah. Saya telah menjalankan organisasi secara benar. Termasuk Muprov Kadin Aceh sesuai AD/ART. Saya kira, Pengurus Kadin Indonesia tidak serta merta memasukkan nama saya kembali, jika tidak ada pertimbangan dan penilaian khusus,” sebut H. Firmandez.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK), Nomor: Skep/096/DP/XII/2018, tanggal 31 Desember 2018, tentang pemberhentian Dewan Pengurus Kadin Aceh Periode 2013-2018 dan pengangkatan susunan pengurus sementara careteker Kadin Aceh.

SK yang ditanda tangani Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Reoslani itu, menunjuk Pengurus Kadin Indonesia, Teuku Zulham sebagai Ketua Umum. Selain itu, M. Taufik Mustafa, H. Firmandez, Teuku Rafli, Teuku Sulaiman Badai dan H. Muhammad Iqbal sebagai wakil ketua umum. Sementara itu, pada dewan pertimbangan ada nama Ali Said, Wisno W. Pettalolo, Muhammad Mada dan Muhlis Yunus.

“Karena kepengurusan Kadin Aceh masa bakti 2013-2018 telah berakhir 21 September 2018 dan pelaksanaan Muprov  keenam sampai batas waktu yang ditentukan tidak terlaksana, maka Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus Kadin Aceh 2013-2018 diberhentikan. Untuk mengisi kekosongan, maka dianggap perlu membentuk kepengurusan sementara (careteker) Kadin Aceh,” begitu tulis surat tersebut.

Itu sebabnya, Firmandez berharap, dengan keluarnya surat Kadin Indonesia tentang Pengurus Careteker Kadin Aceh, semua masalah yang pernah terjadi, dapat terselesaikan dan berakhir dalam suasana batin yang penuh kekeluargaan dalam ikatan silaturrahmi.

“Itulah dinamika dalam organisasi. Kita berharap, careteker akan bekerja dengan baik untuk melaksanakan musyawarah sehingga menghasilkan kepengurusan jauh lebih baik dari periode saya dan tetap mengacu pada AD/ART dan pedoman organisasi (PO),” katanya.

Diakui Firmandez, pesan dan harapan itu disampaikan tak lepas dari persoalan yang dia hadapi sebelumnya.

“Jika beberapa waktu lalu saya tidak melaksanakan musyawarah, itu biasalah karena ada intervensi kekuasaan. Sesungguh kami sudah siap melaksanakan Muprov, namun akhirnya batal. Tapi harus diingat, kekuasaan itu bukan selamanya,” ujar Firmandez.

Masih sebut Firmandez. “Saya sudah audiensi dengan Plt Gubernnur Aceh Nova Iriansyah. Ketika itu dia bilang tidak ikut campur, karena masalah Kadin terlalu kecil. Namun, tiba-tiba ada surat dari Plt Gubernur Aceh. Memang, keberadaan Kadin harus bisa dan mampu bekerjasama dengan kekuasaan, tapi jangan sampai diatur terlalu dalam oleh kekuasaan,” ucap Firmandez, mengenang.

Nah, pada poin ketiga dari surat keputusan tadi juga menegaskan; masa tugas careteker enam bulan sejak surat keputusan itu dikeluarkan, untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Aceh.***

Komentar

Loading...