Penerapan Hukuman Cambuk Tertutup

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf : Cara Penerapannya Tidak Diatur Qanun

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf : Cara Penerapannya Tidak Diatur Qanun
Google.com

Banda Aceh | Usai menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) tentang penerapan hukuman cambuk tertutup dengan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Hamonangan Laoly, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, memberikan klarifikasi tentang dasar penerapan hukuman tersebut. Sebab penerapan hukuman cambuk sebelumnya dilakukan secara terbuka dan diatur dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014. "Dalam qanun tidak diatur cara pelaksanaannya, maka bisa dipergubkan,” jelas Irwandi Yusuf di Amel Convention Center, Banda Aceh, Kamis (12/4/18).

Menurut Irwandi Yusuf, pelaksanaan hukuman cambuk kedepan akan dilakukan secara tertutup di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dia beralasan, itu dilakukan untuk meredam protes-protes pihak luar. Apalagi, dirinya tidak ingin pelaksanaan hukuman cambuk ini menganggangu urusan luar negeri Aceh.

Irwandi Yusuf menjelaskan, pelaksanaaan hukuman cambuk bukanlah betul-betul secara tertutup, tetapi bisa disaksikan oleh wartawan dan masyarakat tanpa membawa anak kecil. "Kalau ada yang tolak. Tolak saja. Coba kita lihat pelaksanaan hukuman cambuk disaksikan anak kecil dan timbul rasa ria, apakah itu yang diatur dalam Islam,” ucap Irwandi Yusuf.

Sekedar diketahui, pelaksanaan hukuman cambuk diatur dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014. Lantas, Gubernur Aceh membuat Pergub dan mengatur hukuman cambuk dilakukan secara tertutup. Itu sebabnya, Irwandi Yusuf melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Hukum dan HAM, dan meminta pasilitas Lapas untuk dilakukan cambuk secara tertutup.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...