Geruduk Kantor Wali Kota, Ini Kecaman Pendemo

Geruduk Kantor Wali Kota, Ini Kecaman Pendemo
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Syariat Islam  (AMPSI), mengecam Pemerintah Kota Banda Aceh untuk benar-benar menerapkan syariat Islam secara kaffah. Kecaman itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Banda Aceh, Kampung Baru, Banda Aceh, Rabu, (27/12/17).

Selain itu, mereka juga meminta Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menolak keberadaan kaum Lesbian Gay Biosexsual Trangender (LGBT) di Banda Aceh.

"Kita datang hari ini untuk menjumpai Wali Kota, agar benar berkomitmen dalam penerapan syariat Islam dan jangan hanya duduk diam di kursi empuk. Hidup Mahasiswa," teriak pengunjuk rasa.

"WH  ada di Aceh, tapi mengapa pelangaran syariat Islam juga banyak di Aceh. Apa yang salah," teriak pengunjuk rasa.

Asisten I Wali Kota Banda Aceh, Bactiar mengatakan, sudah memangil pihak hotel di Banda Aceh, untuk menjelaskan aturan yang tidak melanggar dengar syarian Islam. "Kita sudah memangil orang hotel dan Alhamdulillah Wali Kota telah mengeluarkan peraturan hotel syariah, kemudian bagi salon yang di katakan bertentang kita sudah tutup, " ujarnya saat menemui pengunjuk rasa.

Dia menambahkan, tahun baru 2018 atau Senin depan Kota Banda Aceh sudah berkomitmen tidak akan merayakannya. "Kita ajak juga Aceh Rayeuk (Aceh Besar). Tidak boleh mengikuti kegiatan agama yang lain, selain Islam. Kita sudah keluarkan surat perintah,” tegasnya.

Merasa tidak puas atas jawaban Asisten Wali Kota, massa pun menuntut agar bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. "Kami tahu Wali Kota ada di dalam, ini membuktikan Wali Kota tidak ada komitmen, hanya berjarak 100 meter, tapi tidak memperdulikan,” ujar pengunjuk rasa secara bergantian.

Sampai berita ini di turunkan, massa masih  tetap menunggu Wali Kota untuk menjumpai mereka.***

Komentar

Loading...