Beri Penghargaan Untuk MIFA

GeRAK Aceh Barat Nilai YARA Sakiti Hati Warga Aceh Barat

GeRAK Aceh Barat Nilai YARA Sakiti Hati Warga Aceh Barat
YARA beri penghargaan untuk PT. Mifa. Foto : Serambinews.com
Penulis
Rubrik
Sumber
PT Mifa

Banda Aceh | Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menilai. Pemberian penghargaan dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) kepada PT. Mifa Beusaudara, telah menyakiti hati masyarakat Aceh, khususnya warga Aceh Barat yang tinggal di kawasan perusahaan tersebut.

Sebab, hingga kini masyarakat masih menderita akibat semburan debu dari aktivitas pengangkutan perusaahan batu bara.

"Apa yang dilakukan YARA, terlalu dangkal dan terkesan dipaksakan. Artinya, penghargaan yang diberikan YARA kepada PT Mifa ambigu dan dipaksakan,” kata  Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra pada media ini, Rabu (5/12/18).

Menurut Edy Syahputra, penghargaan yang diterima PT Mifa karena dianggap baik dalam penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR), justru menjadi pertanyaan, karena program CSR seperti apa, yang telah diberikan PT Mifa pada rakyat Aceh Barat. Apakah sudah menyentuh segala aspek, terutama masyarakat di sekitar lokasi yang berada di ring satu atau stockpile penumpukan batubara PT Mifa Bersaudara.

“Kalau benar dana CSR yang diberikan kepada rakyat Aceh Barat, yang di ring satu, maka kita mengajak Mifa untuk terbuka kepada publik, terkait data penerima manfaat CSR. bagaimana pun CSR perusahaan, dipergunakan untuk mendorong ekonomi masyarakat atau di bidang pembangunan, pendidikan, dan kesehatan serta sektor lain,” ujarnya.

 Edy Syahputra mengatakan, GeRAK Aceh Barat melihat, tanggungjawab sosial perusahaan terkait CSR, adalah suatu konsep organisasi, khususnya (namun bukan hanya), perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya. Seperti yang saya sebutkan diatas, di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Itu sebabnya, menurut Edy, CSR berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi. Misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.

“Ini yang selalu kita tekankan selama ini, bahwa efek lain beroperasinya perusahaan di area pemukiman warga juga menimbulkan kerugian yang besar terhadap warga sekitar, terutama lokasi stockpile batubara yang hitungannya malah ada yang berjarak puluhan meter,” bebernya.

Dia menilai, pemberian CSR itu menjadi sangat penting dilakukan kepada warga yang berada di area terdekat, selain proses penanganan dampak debu batubara yang juga harus diselesaikan oleh PT Mifa dan ini juga sudah dijamin didalam Undang-Undang. “Tentunya, penghargaan ini terlalu terburu-buru dan kita sangat menyayangkan hal ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, YARA memberikan penghargaan kepada PT Mifa Bersaudara sebagai perusahaan aktif melaksanakan CSR di Provinsi Aceh.

Ketua YARA Safaruddin menilai pemberian penghargaan itu penting diberikan kepada PT Mifa Bersaudara, Samana dan Cemerlang yang komit melaksanakan program CSR sehingga keberadaannya telah memberi nilai lebih kepada masyarakat dan itu lebih dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Aceh.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...