Manipulasi Surat Suara Orang Meninggal

Gampong Lamteumen Timur Coblos Ulang

Gampong Lamteumen Timur Coblos Ulang
Indra Milwady
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Indra Milwady mengatakan. Besok, 25 April 2019, KIP Kota Banda Aceh melakukan pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Auara (TPS) 6, yaitu Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Itu disampaikan saat ditemui di kantornya, Rabu, 24 April 2019.

Kata Indra, saat pencoblosan, 17 April 2019 lalu,  di TPS 6 Lamteumen Timur ada yang memanipulasi surat suara dari orang yang telah meninggal. Sebab itu, pihaknya mendapatkan rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwasluh) Kota Banda Aceh untuk melakukan pemilihan suara ulang.

Pemungutan suara ulang ini, berdasarkan Pasal 372 dan 373, Undang-Undang No. 7 tahun 2017, kemudian diatur lagi dalam Perundang-undangan No. 3, tentang pemungutan suara. Nah, pada  Pasal 5 disebutkan, apabila ada pemilih yang tidak berhak. Tidak punya kartu tanda penduduk elektronik, tidak termasuk dalam DPT dan DTB itu wajib diulang.

“Itu disebabkan karena didapati ada orang yang menyalahgunakan Form C6 dari orang yang sudah meninggal. Biasa dipanggil Yahwa. Dia telah meninggal 2 atau 3 bulan lalu. Nah, C6nya diatar ke rumah. Ndak tahu bagaimana, ada yang menyalahgunakan dan tertangkap tangan,” cerita ketua KIP Kota Banda Aceh itu.

Karena, surat suara sudah masuk dalam kotak dan tak mungkin diambil kembali. “Sehingga, mengakibatkan dikeluarkannya surat rekomendasi oleh Panwas dan kita plenokan. Secara substansi, materi, sudah terpenuhi untuk melakukan surat suara ulang yang akan dilakukan besok, Kamis 25 April 2019. "Dan berlaku peraturan yang sama seperti PSU 17 April lalu,” tambahnya

Sementara itu, hasil pemungutan suara di Kota Banda Aceh untuk calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) sementara menggunakan aplikasi hitung cepat sudah 70 persen. Namun, KIP Kota Banda Aceh belum dapat memberikan hasil perhitungan sementara terhadap calon DPRA dan DPRK yang terpilih.

“Untuk caleg mana yang terpilih atau partai mana mungkin sudah banyak yang beredar, memang ada kebenarannya. Tapi kalau dari kita, belum bisa memberikan keterangan yang resmi sebelum ada hasil yang legal. Pihak kami akan melakukan perhitungan pada tanggal 26 atau 27 April 2019 nanti. Setelah itu, baru dapat diumumkan ke publik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemilu kali ini sangat melelahkan. Karena sampai jam 10.00 WIB siang, masih melakukan perhitungan atau form C1. “Jadi timbul kesilapan-kesialapan yang memang akibat kelelahan. Kemudian, tentu saja pada waktu rekap juga begitu. Lima jenis pemilihan ini berarti kita menambah sekitar 20 persen waktu dari yang dibutuhkan pemilu sebelumnya,” keluh Indra.***

Komentar

Loading...