Terkait Hukuman Mati TKI Indonesia

Fahri Hamzah: Di Arab Saudi Nyawa Dibayar Nyawa

Fahri Hamzah: Di Arab Saudi Nyawa Dibayar Nyawa
Foto Tuti Tursilawati (kanan) bersama ibundanya. (Tribun Jabar)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fahri Hamzah ikut prihatin atas hukuman mati yang diputuskan nagara Arab Saudi kepada seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), atas nama Tuti Tursilawati asal Majalengka, Jawa Barat.

Pada awak media pers, Fahri Hamzah mengatakan, hukuman mati yang dialami Tuti sangat disayangkan. Karena proses pelacakan terkait pembunuhan yang dilakukan Tuti kepada majikannya, tidak diikuti Pemerintah Indonesia. Sebab, tanpa ada pemberitahuan kepada Pemerintah Indonesia  dan Tuti langsung dijerat hukuman mati, Senin, 29 Oktober 2018 di Kota Thaif.

“Kita sedang menunggu jawaban dari Pemerintah Indonesia, melalui Kedutaan Indonesia di Arab Saudi. Terkait pemeriksaan kasus tersebut, apa sudah dilakukan secara maksimal,” ungkapnya pada wartawan. Kamis (1/11/2018), di Le More Kafee, Banda Aceh.

Lanjutnya lagi, Arab Saudi sebenarnya mudah diajak bekerja sama. “Negara Saudi dalam keadaan mudah dilobi. Karena Saudi sedang butuh teman. Tapi, saya tidak tahu dalam kasus ini kita gaga," jelasnya.

Kasus yang dialami Tuti, merupakan kasus keluarga. Karena itu, dalam mengambil keputusan, pihak Arab Saudi harus melibatkan dua keluarga. Baik dari pihak korban maupun pihak yang diduga sebagai pembunuh.

“Kalau keluarga korban rela diselidiki lagi, kasus pembunuhan baru ditunda. Tapi kalau tidak rela, tidak bisa ditunda. Di sana jika korban ngotot, ya tidak bisa ditunda hukuman vonisnya. Nyawa dibayar nyawa,” tegas Fahri.

Nah, sebelumnya, 12 Mei 2010, Tuti Tursilawati ditangkap kepolisian Saudi atas tuduhan membunuh ayah majikannya. Tuti Tursilawati ditangkap, sehari setelah peristiwa pembunuhan yang terjadi, 11 Mei 2010. Pembunuhan majikan tersebut, kabarnya karena Tuti sering menerima pelecehan seksual dari majikannya. Namun apa daya, hukuman mati itupun telah merenggut nyawanya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...