Breaking News

Diduga Ikut Kontes di Hermes Hotel Banda Aceh

Enam Waria Masih Disidik Satpol PP/WH Aceh

Enam Waria Masih Disidik Satpol PP/WH Aceh
Ilustrasi. Foto: surya.co.id
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Seksi (Kasie) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan WH Aceh Marzuki mengakui. Pihaknya masih menahan tujuh waria yang diserahkan warga. Diduga, mereka diciduk usai ditangkap, mengikuti kontes di Hermes Hotel Banda Aceh, Sabtu malam lalu. "Kita masih menahan, guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Marzuki pada media ini, Minggu, (17/12/17).

Ketujuh waria itu adalah, FY, R, H, R,A, M, dan RI. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Aceh. Mulai Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Sebelumnya, walau berhasil menyelenggarakan kontes waria di Hermes Hotel, Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu malam, (16/12/17). Namun, sejumlah waria berhasil diamankan, masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Maksiat (GMAM). 

Salah satu anggota GMAM, Saimun mengatakan. Sekira pukul 23. 00 WIB. Pihaknya menerima informasi dari masyarakat di Hermes Hotel sedang dilakukan kontes waria.

Selanjutnya, massa yang tergabung dalam GMAM yang berjumlah 35 orang menuju Hermes Hotel. Tiba di Hermes Hotel, perwakilan dari FPI masuk ke dalam lobi menjumpai petugas hotel. kemudian melakukan pembicaraan terkait adanya informasi kontes bencong  yang diselengaran di hotel Hermes.

"Dalam pertemuan itu, sempat terjadi perdebatan, karena massa dari FPI meminta untuk melakukan sweeping dan pengecekan terhadap adanya kegiatan kontes waria (bencong). Sedangkan dari karyawan Hermes Hotel menyampaikan bahwa, aktifitas di hotel sudah selesai. Di Hotel Hermes setiap Sabtu sore ada acara barbeqiu untuk tamu hotel. Itu sebabnya mereka tidak menyelenggarakan kontes bencong, sehingga tidak ditemukan penyelesaian," ungkap Saimun pada media ini Minggu, (17/12/17).

Lantas, sejumlah massa melakukan pemantauan di sudut Kota Banda Aceh. Hasilnya, massa dapat menangkap enam waria yang sedang duduk di warung kopi Simpang Surabaya, Banda Aceh. "Mereka lagi makan kita amankan," ujar Saimun.

Selanjutnya, keenam waria itu diserahkan pada Satpol PP dan WH Aceh untuk diperiksa lebih lanjut.

"Saat kita lakukan interogasi, mereka bilang merayakan ulang tahun. Namun, tetap diamankan karena diduga melakukan pelanggaran syariat," ungkap Saimun.***

Komentar

Loading...