Rayakan Hari Nusantara Bersatu Bersama TNI dan Polri

Enam Puluh Ribu Masyarakat Aceh Kumpul dan Gelar Upacara

Enam Puluh Ribu Masyarakat Aceh Kumpul dan Gelar Upacara
Photo: Modusaceh.co/Irwan Saputra

Banda Aceh | Lebih kurang enam puluh ribu rakyat Aceh mengikuti upacara Indonesia Bersatu  bersama Tentera Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri), yang digelar pada tiga tempat terpisah di Aceh yaitu Ibukotta Provinsi Banda Aceh, Aceh Barat dan Lhokseumawe. “Dua puluh ribu lebih di Banda Aceh, dua puluh ribu lebih di Lhoksemawe dan sepuluh ribu lebih di Meulaboh, total hampir enam puluh ribuanlah masyarak Aceh dari berbagai elemen bergabung dengan TNI dan Polri hari ini,” ujar Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayor Jendral Tatang Sulaiman, usai menghadiri acara  Indonesia Bersatu di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (30/11/2016).

Jumlah massa tersebut kata Tatang, diketahui dari bendera merah putih pengikat kepala yang dicetak tidak cukup. Misal, untuk Kota Banda Aceh pihaknya mencetak dua puluh ribu lembar, namun banyak yang tidak kebagian, kemudian Lhokseumawe juga dua puluh lembar juga tidak cukup, di Meulaboh juga demikian yang dicetak sepuluh ribuan. Menurut Tatang, ribuan masyarakat Aceh yang hadir dari berbagai elemen organisasi di acara tersebut, menggambarkan bentuk persatuan, nasionalisme dan patriotisme dan rasa bangga terhadap Bangsa Indonesia.  “Dapat dilihat yang hadir hari ini, nasionalismenya tinggi, patriotismenya juga. Warna merah putih yang diikat di kepala menandakan mereka cinta terhadap Indonesia ini,” kata Tatang Sulaiman.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Rio S Djambak berharap acara membuat kebersamaan, dan persatuan Negara Republik Indonesia semakin kuat. Begitupun dengan adanya doa bersama masing-masing tokoh agama dalam acara hari itu menandakan bahwa Aceh  masih majemuk. “Kita harus menerima itu karena Indonesia ini memang seperti itu,” ujar Kapolda. Acara hari itu turut dihadiri anggota DPR RI Nasir Djamil, Pangdam IM Mayjen Tatang Sulaiman, Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak, Kajati Aceh Raja Nafrizal, Rektor UIN Ar-Raniry, dan unsur muspida Aceh lainnya. Rangkaian kegiatan hari itu diisi dengan pertunjukan seni, penyampaian orasi, pembacaan puisi dari sejumlah tokoh, tak luput hari itu dihadiri empat tokoh agama, yaitu Islam, Hindu, Budha, Protestan dan Khatolik, yang membacakan doa bergiliran sesuai dengan agama masing-masing.***  

Komentar

Loading...