Terkait Galian C di Hutan Lindung

Empat Pegawai PT. Nindya Karya Jadi Tersangka  

Empat Pegawai PT. Nindya Karya Jadi Tersangka  
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Jajaran Polda Aceh, menangkap lima tersangka terkait galian C di kawasan Hutan Lindung, Sungai Sampe Dalam, Kecamatan Lingge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (7/4/18) bulan lalu. Empat tersangka  itu merupakan karyawan Pimpinan Proyek (Pimpro) dari PT. Nandya Karya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sementara satu tersangka lainnya merupakan Direktur PT. Cibuga.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma S.Ik menjelaskan, proses penyidikan dan penyelidikan sudah berlangsung dua bulan lalu di TKP. Namun, karena setiap pemanggilan tidak pernah datang, maka polisi langsung menjemput kelima pelaku, untuk diperiksa dan ditahan di Mapolda Aceh.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita tetapkan lima tersangka berinisial ES, E, A, FE, F. Sementara, Direktur PT. Cibuga itu bernisial E,” ungkap Kombes Pol Erwin Zadma pada awak media di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (9/5/18).

20180509-2026e994-0d0d-4b3c-ae99-2b16ea876dbc

Erwin Zadma mengungkapkan, sekira tahun 2016 lalu, PT. Nindya Karya bersama PT. Cibuga, membuat sebuah konsorsium dengan nama PT. Nindya Cibugah KSO. Perusahaan tersebut mendapat pekerjaan jalan lintas Nasional Aceh Tengah, dengan pagu anggaran Rp 300 miliar lebih secara multiyears. Namun, untuk material jalan, mereka melakukan penambangan galian C di kawasan hutan lindung, Sungai Sampe Dalam, Kecamatan Lingge, Aceh Tengah.

“Yang kita tetapkan tersangka ini bukan pekerja, tapi pengambil kebijakan dimasing–masing perusahaan. Kalau pekerja, kita sudah panggil mereka untuk kita mintai keterangan sebagai saksi, “ tegas Erwin Zadma.

Polisi terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan akan menjerat para pimpinan yang lebih tinggi di kedua perusahaan tersebut. ”Sementara ini, kita kenakan undang-undang Minerba dengan ancaman hukuman penjara  5 tahun, dan undang-undang lingkungan dengan ancaman penjara 15 tahun, serta denda Rp. 10 miliar,” ungkapnya.

Sementara, polisi juga telah mengamankan 4 unit alat berat berupa, 2 unit Excavator dan 2 unit Greder, serta 10 Dum Truck sebagai Barang Bukti (BB), di Mapolda Aceh.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...