Menuju Pemeilihan Rektor Unsyiah

Empat Bakal Calon Lulus Verifikasi

Empat Bakal Calon Lulus Verifikasi
Modus Aceh/ Azhari Usman

Banda Aceh I Bisa jadi, perasaan harap cemas sedang dirasakan empat bakal calon, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Periode 2018-2022.

Sebab, setelah dinyatakan lulus verifikasi oleh tim panitia penerimaan pendaftaran. Panitia akan menetapkan tiga orang sebagai calon. “Itu sesuai Peraturan Senat Unsyiah Nomor 3 Tahun 2017,” jelas Kabag Humas Unsyiah Husni Friady, ST,MM pada MODUSACEH.CO, Senin, (27/11/17).

Kata Husni Friady, jika tidak ada perubahan, Selasa besok, (28/11/17), panitia akan mengumumkan tiga calon, untuk diajukan pada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. Dr. Muhammad Nasir.

“Tinggal kita diatur jadwal Pak Menteri (Muhammad Nasir), untuk hadir di Unsyiah melakukan pemilihan,” ujarnya.

Sebelumnya, empat nama telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unsyiah Banda Aceh, Periode 2018-2022. Mereka adalah Dr. dr. Syahrul SpS (K) , Prof. Samsul Rijal, Dr. Muhammad Adam, dan terakhir Dr. Safruddin, SP, MP.

Usai menyerahkan berkas, Dr. dr. Syahrul SpS (K) mengatakan, keinginannya menjadi Rektor Unsyiah Banda Aceh sudah lama ia pendam. Dia ingin mewakafkan diri untuk memajukan Unsyiah hingga lebih baik. Katanya, hingga kini Unsyiah Banda Aceh telah berusia 56 tahun. Namun, belum mampu menunjukkan diri sebagai Universitas favorit di Indonesia. "Yang jelas kita sudah mempersiapkan diri dengan baik. Terutama program kerja, bagaimana membuat Unsyiah siap menghadapi fase global. Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Tak hanya itu, bagaimana menghasilkan sarjana yang bermutu, dan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang handal. Saya punya pengalaman sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dua periode, juga direktur RSUZA Banda Aceh dan RSUD Meuraxa Banda. Insya Allah dengan pengalaman yang saya miliki, saya mampu memajukan Unsyiah," ungkap dokter  Syahrul.

Di matanya, Unsyiah Banda Aceh adalah salah satu universitas yang dibanggakan masyarakat Aceh. Namun, setelah lama berdiri, tidak ada kemajuan yang dicapai. Seperti, rangking Unsyiah belum pernah masuk 10 besar di Indonesia. Begitupun, pada klaster Dikti, dalam bidang melakukan penilitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat, Unsyiah masih di atas 20 besar di Indonesia. Kemudian, hingga kini, Unsyiah hanya memiliki 48 guru besar dari 138 program studi yang dimiliki Unsyiah. "Seharusnya, lebih banyak lagi guru besar, dan doktor juga harus kita hasilkan lebih banyak, apalagi dengan usia sudah mencapai 56 tahun," ujarnya.

Itu sebabnya, dia berjanji akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk memajukan Unsyiah. Sehingga, menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia.

"Kita akan memajukan Unsyiah secara bersama-sama, baik dengan dosen-dosen maupun dengan mahasiswa. Penelitian bertaraf internasional juga harus kita perbanyak. Bagaimana, melakukan sinergitas dengan Pemerintah Aceh, dan wajib hukumnya Unsyiah bertaraf internasional," ulas lulusan cum laude (istimewa) Program Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yokyakarta.

Salah seorang panitia penjaringan Rektor, Dr. Sofia, S.Si, MSc mengatakan. Dari empat nama bakal calon Rektor yang mendaftar, akan dilakukan penyaringan oleh senat untuk menentukan tiga calon Rektor, dan selanjutnya tiga nama tersebut akan dibawa pada Mendikti, Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, Ak, untuk dilakukan pemilihan. "Tiap calon Rektor akan dipilih oleh 81 anggota senat Unsyiah, ditambah hak Mendikti 35 persen, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Nomor 19 tahun 2017, bahwa Menteri mempunyai hak untuk memilih Rektor," ungkapnya.***

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Loading...