Breaking News

Diangkat Sebagai Staf BPKS di Jakarta

Elvarice Indriani di Mata Sayid Fadhil

Elvarice Indriani di Mata Sayid Fadhil
Elvarice Indriani (kanan) Foto : AJNN.Net
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Nama Elvarice Indriani sontak menjadi buah bibir di Aceh. Itu setelah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sekaligus Ketua Dewan Kawasan Sangan (DKS) melayangkan surat teguran, nomor: 515/25881, tanggal 12 Oktober 2018 kepada Sayid Fadhil, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Teguran keras itu disebabkan 10 hal yang dirinci secara jelas. Salah satunya, Nova Iriansyah menuding Sayid Fadhil tidak mengikutsertakan pejabat setingkat deputi, yang membidangi investasi dalam misi mencari investor.

Sebaliknya, Sayid Fadhil memilih membawa peserta yang secara formal belum menjadi karyawan BPKS, dimana SK pengangkatan disesuaikan kemudian.

Berdasarkan SK yang beredar, staf yang ikut bersama Sayid Fadhil ke Qatar adalah wanita bernama Elvarice Indriani. Lantas, siapa wanita cantik yang akrab disapa Elva ini?

Di mata Sayid Fadhli, wanita seperti Elva dibutuhkan guna menunjang kinerja BPKS ke depan. Menurut Sayid Fadhil, selain pintar, Elva mempunyai jaringan yang luas di tingkat nasional, terutama para pengusaha kelas kakap.

“Perekrutan Elva ini kebutuhan lapangan. Artinya, di sana  (Jakarta) itu karyawan kita semua laki-laki. Yang notabenya harus lebih rapi. Kita rekrut ini (Elva), kita melihat kapasitas dan kemampuan dia,” ungkap Sayid Fadhil pada media ini di Banda Aceh, Minggu (29/10/18).

Sepengetahuannya, Elva merupakan lulusan S2 Manajemen Akutansi di satu Universitas dalam negeri. Punya kemampuan Bahasa Inggris yang bagus serta punya kemampuan gaya komunikasi yang memikat.

“Jadi, dia kita butuhkan. Seorang yang punya kemampuan profesional untuk mendukung tugas ini. Bagi saya, juga dilematis. Saya biasa berkerja di Jakarta. Di Jakarta kan bisa membantu urusan kita untuk back up. Lebih cepat dan lebih luwes,”ungkapnya.

Menurutnya, selama di butuhkan BPKS perekrutan itu tentu tidak jadi masalah. Apalagi, karena kebutuhan saat itu sangat mendesak. Namun, itu menjadi masalah karena disebutkan dalam surat teguran Nova Iriansyah.

“Maka kita evaluasi. Kalau memang tidak bisa kita pakai lagi. kita lakukan evaluasi, saya juga mengucapkan terimakasih sudah ada yang mengingatkan. Tapi, yang jelas dia punya kemampuan. Namun, orang melihat dari luarnya saja. Bukan meliahat dari dalam,” katanya menduga.

Terkait berpergiasn ke Qatar, Fadhil mengatakan. Sebagai seorang kepala BPKS mamang harus mencari investasi ke luar negeri. Apalagi, sesuai dengan DIPA di BPKS mamang tersedia biaya tersebut dan tidak menyalahi aturan.

“Kepala BPKS itu memang harus menjemput bola. Permainannya harus diantara para pengusaha baik dalam dan luar negeri. Tak mungki saya di Sabang terus. Kapan kita mendapatkan investor kalau begitu," katanya.***

 

  

 

Komentar

Loading...