Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Setelah Pergub Nomor 5/2018

Eksekusi Perdana Cambuk di Lapas Meulaboh Tak Ramai

Eksekusi Perdana Cambuk di Lapas Meulaboh Tak Ramai
Foto/Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Selasa (15/05/2018) melaksanakan eksekusi cambuk terhadap terpidana penjual minuman keras (khamar) asal Nias Selatan, Toroziduhu Zebua, di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Meulaboh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Terpidana Toroziduhu Zebua, menjalankan eksekusi cambuk 45 kali, setelah dipotong masa tahanan.

Non muslim itu dicambuk, karena terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 16 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

  

Eksekusi cambuk pertama, Toroziduhu Zebua menjalani 20 pukulan rotan algojo di punggungnya. Kemudian diistirahatkan sejenak-kemudian dilanjutkan kembali, hingga tuntas. Namun, amatan media ini, Selasa (15/05) di areal lapangan tempat pelaksanaan cambuk, tidak ramai masyarakat yang menyaksikan pelaksanaan cambuk, kecuali warga Lapas Meulaboh itu sendiri yang melihat dari balik pagar, komplek Lapas Meulaboh.

Selain beberapa wartawan yang meliput, juga beberapa tamu undangan, seperti Hakim Mahkamah Syar’iyah Meulaboh, Jaksa dan tamu undangan lainnya, yang ikut menyaksikan prosesi uqubat cambuk.

Pagi itu, hanya Toroziduhu Zebua sendiri yang dihukum cambuk Kejaksaan Negeri Nagan Raya. Jaksa fungsional Nagan Raya Zuliyan Z pada media ini mengaku, pihaknya melaksanakan uqubat cambuk terhadap terpidana Toroziduhu Zebua, wajib dilakukan eksekusi cambuk, paling lama 30 hari setelah ada putusan tetap dari majelis hakim.

Itu sebabnya, di Nagan Raya terkait terpidana pelanggar syariat yang telah ada putusan tetap, sudah dilakukan eksekusi semuanya. Kecuali, terdakwa yang sedang proses sidang. “Biasanya terpidana tetap diperintahkan dalam tahanan 30 hari sambil menunggu eksekusi. Jadi, terpidana sebelum 30 hari sukses kita laksanakan eksekusi perdana di Lapas,” kata Zuliyan Z, di komplek Lapas Meulaboh, Selasa (15/05).

Seperti diketahui, pelaksanaan uqubat cambuk di Lapas/Rutan itu setelah Irwandi Yusuf menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 5 tahun 2018. Pelaksanaan uqubat cambuk di Lapas/Rutan. Namun kebijakan itu menuai protes.***

Komentar

Loading...