Breaking News

Terkait Kasus Pengadaan Sapi 2014

Edi Saputra Akhirnya Menginap di Hotel Prodeo  

Edi Saputra Akhirnya Menginap di Hotel Prodeo  
Direktur CV Bireuen Vision, Edi Saputra (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kontributor Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe | Setelah berkas sempat wara-wiri dari Polres-Kejari Lhokseumawe. Rabu, (24/7/2019) malam. Tim penyidik tindak pidana korupsi Polres Kota Lhokseumawe, akhirnya resmi menahan Direktur CV Bireuen Vision, Edi Saputra (43).

Posisinya adalah, sebagai kontraktor pengadaan sapi yang bersumber dari APBK Kota Lhokseumawe 2014 lalu. Penahanan ini, setelah berkas kasus dugan korupsi tadi dinyatakan lengkapnya. Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang, dalam keterangan tertulisnya pada media pers, Kamis (25/7/2019) menjelaskan. Sebelum ditahan, tim medis memeriksa kesehatan tersangka.

“Terhitung tanggal 24 Juli 2019 pukul 23.30 WIB, tersangka korupsi bantuan ternak atas nama ES selaku Direktur Bireuen Vision saya tahan,” kata Indra, Kamis. Dia menyebutkan, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, sudah menyatakan berkas penyidikan kasus itu lengkap. Sehingga, segera dilimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

Sekedar mengulang, penyaluran bantuan ternak disalurkan melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe dengan anggaran Rp 14.505.500.000 bersumber dari APBK tahun 2014, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 8.168.730.000.

20190726-es2

Foto: Ist

Indra mengatakan, tersangka ES dikenakan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2), Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe M. Ali Akbar SH.MH membenarkan bila berkas perkara Edi Saputra dinyatakan lengkap dan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. “Benar, hasil kordinasi kami dengan jajaran kepolisian, berkas perkara dapat dilanjutkan,” jelas M. Ali Akbar.***

Komentar

Loading...