Breaking News

Terkait Surat Terbuka Untuk Plt Gubernur Aceh

Edi Obama: Saya Sangat Kecewa Telah Mendukung Pasangan Irwandi-Nova!

Edi Obama: Saya Sangat Kecewa Telah Mendukung Pasangan Irwandi-Nova!
google.com

Bireuen | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bireuen, Edi Saputra, atau biasa disapa Edi Obama mengaku sangat kecewa telah mendukung pasangan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 lalu.

Itu disampaikan Edi Obama pada media ini, Jumat (28/09/2019). Kekecewaannya tersebut dilampiaskan melalui akun media sosial facebook pribadinya atas nama Edi Saputra.Usai diunggah kekecewaan itu, ada ratusan like dari follower, dan puluhan yang membagikan postingannya.

Menurutnya, setelah meraih kemenangan di Pilkada 2017 lalu, pasangan Irwandi-Nova tidak pernah lagi mengajak tim pemenangannya untuk diskusi, dan terkesan seolah seperti sudah dilupakan.

Terlebih lagi dengan tertangkap Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang merupakan Gubernur Aceh, semakin menambah kekecewaannya, belum  lagi wakilnya Nova Iriansayah yang merupakan Plt Gubernur Aceh dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, yang tidak pernah lagi mengajaknya untuk diskusi tentang kemajuan Aceh ke depan.

Padahal sebelumnya, saat kampanye Edi Obama selalu dilibatkan, baik dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, maupun sebagai sekretaris di Tim Sekretariat Bersama Relawan Kabupaten Bireuen.

“Kalau boleh jujur, saya sangat kecewa kepada pasangan Irwandi-Nova. Perjuangan dan kerja keras kami tak sedikit pun tidak dihargai. Saya tidak pernah meminta proyek, setidaknya mereka yang sudah terpilih, seharusnya memberi jalan untuk kami bisa membuka lapangan pekerjaan atau melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak, apalagi saya tidak pernah menuntut untuk kepentingan pribadi saya” kata Edi Obama.

Ditambahkannya, yang membuat Edi Obama kecewa besar terhadap Nova Iriansyah adalah, dengan gagalnya dia maju sebagai Caleg DPR RI. Padahal Edi Obama mengaku sudah menghabiskan dana sangat besar dalam melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan masyarakat di delapan kabupaten serta kota.

“Sebenarnya yang meminta saya maju sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) adalah Nova Iriansyah. Tapi setelah saya melengkapi semua berkas yang dibutuhkan, nama saya tidak diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan lebih memilih kader diluar Partai Demokrat. Bukan itu saja, sampai sekarang tidak ada komunikasi dan pemberitahuan resmi dari Nova kenapa nama saya tidak diajukan,” ungkap Edi Obama.

Hingga ditetapkan sebagai Calon tetap oleh Komisi Independen Pemilihan Provinsi Aceh sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), sama sekali tidak ada komunikasi dengan Nova. “Disamping sebagai caleg DPRA, saya juga Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen. Tidak seharusnya Nova menutup komunikasi dengan saya. Padahal saya tidak pernah berbuat kesalahan sekecil apapun dan merugikan partai, tetapi hari ini saya merasa sedikitpun tidak dihargai,” ucap Edi dengan nada kesal.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...