Breaking News

Dukung Bom Surabaya, Ibu di Aceh Tak Ditahan Karena Sakit

Dukung Bom Surabaya, Ibu di Aceh Tak Ditahan Karena Sakit
ilustrasi
Penulis
Rubrik
Sumber
Detik.com

Banda Aceh | Ibu rumah tangga di Banda Aceh berinisial WF (37) menulis komentar di Facebook dengan kata-kata SARA terkait bom Surabaya. Alhasil, ia berurusan dengan polisi. Namun karena WF sakit-sakitan, ia dikenakan wajib lapor.

"Pelaku kemungkinan dikenakan wajib lapor Senin dan Kamis sampai perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (15/5/2018). 

Pelaku WF yang ditangkap pada Senin 14 Mei sekitar pukul 11.45 WIB ini masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh. Menurut Misbah, kondisi kesehatan pelaku tidak memungkin untuk ditahan. 

"Yang bersangkutan dalam keadaan kurang sehat dan masih rutin berobat jalan," jelas Misbahul. 

Dalam kasus dugaan SARA itu, WF awalnya membagi sebuah postingan dari orang lain terkait kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Seorang netizen selanjut mengomentari isi postingan tersebut dengan kata-kata memberitahu adanya ledakan bom di Gereja Santa Maria, Ngagel Surabaya.

Nah, komentar itulah kemudian dibalas WF dengan kata-kata berbau SARA.

"Ya say..memang halal darah org kafir say," balas WF.  Polisi yang menerima informasi soal ini kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.

Selain menciduk WF, juga polisi menyita satu unit telepon genggam yang diduga untuk menulis komentar tersebut. Polisi menjerat WF dengan Undang-undang tentang ITE.

"Pasal yang dipersangkakan kepada pelaku meliputi Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE," ungkap Misbah.***

Komentar

Loading...