Breaking News

Dugaan Korupsi Rp 4 Miliar Dilaporkan ke Polres Aceh Barat

Dugaan Korupsi Rp 4 Miliar Dilaporkan ke Polres Aceh Barat
Kasat Reskrim Terima Laporan GeRAK Aceh Barat
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Koordinator Gerak Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat Edy Sahputra, Rabu, (17/01/2018) melaporkan dugaan korupsi pembangunan Jalan Meulaboh-Tutut ke Polres Aceh Barat.

Laporan dugaan korupsi pembangunan jalan sepanjang dua kilo meter yang berlokasi di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat itu, bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) 2017 senilai sekitar Rp 4 miliar, diterima Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi.

GeRAK Aceh Barat menduga, pekerjaan jalan dari Desa Beuregang, Tanjong Bungong, Patim, Meunasah Rambot, Cot Trueng, Alue On, dan Desa Puuk, diduga cilet-cilet. Sehingga GeRAK Aceh menemukan kondisi aspal beberapa titik, rusak.

Parahnya lagi, beberapa titik jalan itu rusak, baru siap dibangun sekitar satu bulan. “Apalagi proyek ini baru siap dikerjakan pada Desember 2017 dan celakanya lagi, proyek baru berumur satu bulan lamanya ini sudah hancur,” kata GeRAK Aceh Barat dalam laporannya, Rabu (17/01).

Proyek yang diduga dikerjakan akhir tahun oleh PT. Citra Karsa ini, dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. Alasannya, hampir seluruh ruas jalan yang diperbaiki tersebut mengalami kerusakan alias keropos.

Itu sebabnya, GeRAK Aceh Barat meminta Polres Aceh Barat mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan jalan sepanjang dua kilo meter tersebut. “GeRAK Aceh meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan terhadap pekerjaan yang dilakukan, mulai dari tahapan hingga akhir pekerjaan,” ujanya pada wartawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi pada wartawan, Rabu (17/01) mengatakan bahwa laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti.

Lanjut Kasat Reskrim Polres Aceh Barat itu, untuk melengkapi data laporan akan turun ke lapangan untuk melihat langsung material yang digunakan dalam pelaksanaan pembangunan jalan tersebut.

“Berdasarkan laporan yang sudah kita terima, dananya sekitar Rp 4 miliar. Soal kerugian negara nanti kita minta audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi pada wartawan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...