Kinerja Bank Aceh

Dua Tahun Konversi Tembus Rp 23 Triliun

Dua Tahun Konversi Tembus Rp 23 Triliun
Penulis

Perkembangan ekonomi dan persaingan perbankan dunia dan nasional saat ini, membuat iklim perubahan global begitu cepat. Termasuk skala bisnis yang menembus seluruh sektor usaha.

BERDIAM diri atau pasif? Tentu tak elok. Itu sebabnya, Bank Aceh Syariah terlibat langsung dan menjadi ba gian dari hiruk pikuk bisnis global tersebut, terutama pa da sektor bisnis perbankan syariah. 

Hasilnya, ditengah ketatnya kompetisi usaha di sektor keuangan tadi, Bank Aceh justeru mencatat dan mampu mencapai akselerasi tinggi dengan capaian pertumbuhan aset menembus Rp 23,20 triliun dua tahun pasca konversi.

Menutup buku tahun 2018 misalnya, Bank Aceh berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup baik. Perolehan laba sebelum pajak mencapai setengah triliun lebih atau sebesar Rp 540 miliar. Sementara, mobilisasi dana pihak ketiga juga berhasil mendongkrak catatan kinerja usaha sebesar Rp 18.39 triliun.

Ekspansi di sektor pembiayaan juga meningkat dan tumbuh positif dengan posisi akhir pembiayaan mencapai Rp 13.36 triliun (Data Keuangan Unaudited 2018). Nah, seluruh capaian tersebut menjadi modal utama bagi Bank Aceh untuk terus mengembangkan pangsa pasar bisnisnya di masa datang.

Catatan dari capaian kinerja tersebut, telah mewujudkan Bank Aceh berhasil meraih berbagai penghargaan, baik berskala regional maupun nasional.

Bank Aceh di bawah kendali Haizir Sulaiman selaku Direktur Utama (Dirut), telah melakukan berbagai perubahan melalui transformasi fundamental. Proses yang paling penting dalam sejarah Bank Aceh adalah, proses konversi kegiatan usaha dari perbankan konvensional menjadi perbankan syariah yang kini memasuki usia tahun ketiga sebagai Bank Umum Syariah.

Bank Aceh melihat, peluang perkembangan industri perbankan syariah di masa depan masih terbuka lebar dan sangat menjanjikan. Karena itulah, Bank Aceh bersinergi dengan lembaga lintas sektor dalam penyusunan peraturan daerah (qanun) tentang Lembaga Keuangan Syariah secara menyeluruh, dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan kondisi masyarakat di Aceh.

Perda (Qanun) ini nantinya akan menjadi payung hukum yang memandu seluruh pranata sosial masyarakat Aceh dan berjalan dengan sistem ekonomi syariah secara menyeluruh.

Di jajaran nasional, Bank Aceh juga menjadi referensi/influencer nasional bagi Bank Umum lain yang akan melakukan konversi. Ini telah dibuktikan dengan dilakukan proses konversi Bank NTB dan kini menjadi isu utama bagi bankbank daerah lainnya. Dengan trigger konversi ini, diharapkan akan menjaga momentum pertumbuhan perbankan syariah tetap tinggi untuk masa yang akan datang. 

Kini, setelah dua tahun konversi menjadi Bank Umum Sya riah, Bank Aceh berupaya me wujudkan pertumbuhan dan ak selerasi bisnis dan optimis akan menjadi bank syariah terpercaya dan terdepan tidak hanya di tingkat daerah, tapi juga menjangkau tingkat nasional. Terutama dalam melayani nasabah serta stakeholders. 

Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh, Haizir Sulaiman.

 

Semua itu, sesuai dengan Corporate Plan Perusahaan, Bank Aceh Syariah fokus pada aspek penguatan informasi dan teknologi (IT), pengembangan produk, pemenuhan/peningkatan kompetensi sumber daya insani, internalisasi budaya perusahaan, serta peningkatan jaringan sehingga sasaran utama dari corporate plan adalah, menjadikan Bank Aceh sebagai bank syariah terpercaya dan terdepan dalam hal pela yanan nasabah.

Sementara itu, strategi bisnis Bank Aceh Syariah tahun 2019 ada lah, manajemen berkomitmen akan meningkatkan peran pem biayaan pada sektor kewirausahaan. Direktur Utama Bank Aceh Haizir Sulaiman mengaku optimis dan dapat mengoptimalkan ekspansi pembiayaan di sektor kewirausahaan (bisnis) ini.

Caranya, fokus pada pengembangan sektorsektor usaha UMKM dan sektor produktif lainnya. Ini tidaklah sulit, sebab beberapa program pengembangan telah dijalankan melalui kerjasama linkage program dengan BPRS/Koperasi serta mitra bisnis lainnya.

Bank Aceh juga akan mengem bangkan Unit Usaha Mikro yang otonom secara bisnis. Sasaranya, menjadikan lembaga keuangan mikro sebagai anak usaha Bank Aceh.

Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah berkeyakinan penuh bahwa kinerja keuangan akan terus tumbuh secara signi fikan pada tahuntahun yang akan datang. Itu sebabnya, Bank Aceh akan terus tumbuh dan berkembang bersama rakyat Aceh dan stakeholder untuk memajukan perekonomian syariah di Bumi Serambi Mekkah, khususnya dan perekonomian syariah nasional pada umumnya.

Program Corporate Social Responsibility Sebagai Penyeimbang

Sebagai Bank Umum Syariah dan lembaga bisnis yang berorientasi profit, Bank Aceh juga berperan sebagai lembaga usaha dengan orientasi sosial melalui optimalisasi peran dan fungsi sosial PT Bank Aceh Syariah. Semua itu diimplementasikan me lalui tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) atau program CSR. Bank Aceh secara selekif turut serta berperan dan berpartisipasi, memberikan kontribusinya dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Secara umum, program CSR Bank Aceh Syariah meliputi kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar, mem bangun fasilitas umum, memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu, dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat.

Ruang lingkung CSR Bank Aceh diklasifikasi menjadi dua pro gram diantaranya, bantuan ke mitraan; dukungan sosial bank terhadap Usaha Mikro Kecil dan masyarakat ku rang mampu dalam rangka me ningkatkan kemandirian usaha dan program bina lingkungan. 

Kedua, dukungan sosial bank dalam rangka pemberdayaan potensi dan kondisi ekonomi, sosial serta lingkungan masyarakat.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2016 sampai dengan 2018), realisasi program CSR yang telah disa lurkan Bank Aceh Syariah men capai Rp 30 miliar, yang di salurkan ke seluruh wilayah kerja Bank Aceh melalui berbagai program/ke giatan. Baik membina lingkungan maupun program kemitraan lain seperti, bantuan sosial penyediaan sarana umum, bencana alam, sarana ibadah, ling kungan hidup, bantuan pen  didikan, bantuan kesehatan pengobatan massal, penyediaan sa rana sanitasi umum, bantuan bus dan ambulance.

Semua ini merupakan bukti dari komitmen bahwa Bank Aceh bertanggung jawab secara sosial terhadap lingkungan sekitar dan bukan hanya perusahaan yang mementingkan diri sendiri serta hanya beroreintasi pada keuntungan.

Bank Aceh Syariah akan tetap berpedoman pada azas manfaat, tepat sasaran, dengan harapan partisipasi sosial bank dapat berdaya guna dan berhasil guna. Terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan kehidupan masyarakat Aceh.***

 

 

Komentar

Loading...