Breaking News

Dua Tahun Bupati Dijabat Roni Ahmad, Tiga Pejabat Lempar Handuk

Dua Tahun Bupati Dijabat Roni Ahmad, Tiga Pejabat Lempar Handuk

Sigli | Sejak dilantik Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, 17 Juli 2017. Bupati Kabupaten Pidie Roni Ahmad alias Abusyik dan Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah T.M. Daud, kabupaten ini mulai dihantui awan hitam. Seakan-akan Pidie tak memiliki tujuan dan jati diri dari sebagai satu daerah yang punya karakter.

Bayangkan, dua tahun jabatan Bupati Pidie ditangan Abusyik, sudah tiga pejabat penting mengundurkan diri alias lempar handuk. Kondisi ini dinilai sebagai bukti lemahnya kepemimpinan Abusyik yang dianggap tidak paham dengan apa yang terjadi di sekelilingnya.

Bahkan, banyak pihak melontarkan kritik, menjadi pemimpin tidaklah seperti membajak sawah, dengan menghidupkan mesin lalu dijalankan dan semua lahan bisa dibajak. Tapi, seorang pemimpin harus menerima masukan dan kritikan dari berbagai kalangan masyarakat.

Praktisi Hukum Kabupaten Pidie, Musliadi. SH, kepada MODUDACEH.CO mengatakan. Mestinya, Bupati dan Wakil Bupati harus menempatkan pejabat sesuai dengan disiplin ilmu. Tujuannya, supaya pejabat yang mendapat posisi tidak meraba-raba dengan pekerjaan yang baru. Sehingga roda pemerintahan tidak amburadul dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

"Saya juga heran pergantian pejabat di Pidie tidak sesuai dengan keahlian," ujarnya. Bahkan kondisi pemimpin saat ini menurut Musliadi, tidak berkualitas sama sekali. Bayangkan saja dua tahun Pidie di tangan Roni Ahmad apa yang terjadi. Tiga pejabat penting mengundurkan diri dari jabatan.

Sebut saja dr. Fajriman yang diangkat menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, lalu Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pidie Mulyadi. Terakhirdrg M. Reza Faisal, MARS, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Pidie.

Dia juga mengundurkan diri setelah dinobatkan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. "Saya pikir ini kepemimpinan gila-gilaan," ungkapnya.

Kata Musliadi, kepemimpinan Pidie saat ini jauh dari harapan amanah masyarakat kepada Abusyik. Kekecewaan telah berdampak pada pembangunan dan dukungan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Masyarakat Pidie  berharap adanya perubahan ke arah lebih maju sehingga dapat dirasakan masyarakat, terlebih sektor pemberdayaan ekonomi kecil masyarakat di gampong-gampong terpencil.

"Apa yang terjadi dan yang kita rasakan saat ini benar-benar jauh panggang dari api," ungkap Advokat muda ini.

Sementara itu drg Moch Reza Faisal, MARS bercerita. Setelah tiga tahun menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro, Sigli, Pidie. Saat ini dia dimutasikan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Namun pria yang menyandang gelar dokter gigi dan Megister Administrasi Rumah Sakit (MARS) itu, lebih memilih undur diri jabatan Kepala DLH yang dilantik Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), Jumat (9/8/2019) di Oproom Kantor Pupati Pidie.

"Karena tidak sesuai kompetensi secara pendidikan, maka tidak mungkin saya menjabat sebagai Kepala DLH,"  kata drg Mohd Riza Faisal MARS, kepada media ini.

Masih kata Mohd Riza Faisal. "Baiknya saya dikembalikan ke jabatan fungsional saja, namun itu merupakan wewenang Bupati," pinta pria akrab disapa Pak Faisal itu.

Musliadi menuding, di bawah kepemimpinan Roni Ahmad-Fadhlullah T.M. Daud, Kabupaten Pidie, menjadi petaka. Tidak tahu bagaimana cara mengatur daerah, sesuai dengan yang diinginkan masyarakat.

Bayangkan saja kritik Musliadi, ada beberapa pejabat yang ditempatkan bukan berdasarkan kedisiplinan ilmu. Sehingga apa yang ingin dicapai dalam membangun Pidie semakin tidak terarah.

Program Blang, Glee dan Laot, (Sawah, Gunung dan Laut-Red), hingga saat ini tidak ada perubahan sama sekali. "Jika dibandingkan dengan Bupati Sarjani Abdullah-M. Iriawan, SE, jauh perbedaannya. Dulu pembangunannya fokus, begitu dilantik Sarjani saat itu langsung fokus ke perbaikan embung dan irigasi," ungkapnya.

Yang sangat disesali menurut Musliadi, belum ada dalam sejarah Sekda mengundurkan diri. Namun saat Abusyik menjadi Bupati Pidie, telah terjadi seperti itu. Persoalan tersebut sangat memalukan dan terbukti tidak becusnya kepemimpinan mereka sebagai pimpinan daerah.

"Ini bukti tidak becusnya kepemimpinan saat ini," kata Musliadi yang juga sempat mendukung Abusyik maju sebagai calon Bupati Pidie pada Pilkada 2017 lalu.***

Komentar

Loading...