Di Lhokseumawe

Dua Pria dan Satu  Wanita Dieksekusi Cambuk 310 Kali

Dua Pria dan Satu  Wanita Dieksekusi Cambuk 310 Kali
Fahrizal Salim/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Fahrizal Salim

Lhokseumawe | Setelah sempat lama tak berdenyut, terkait soal pelaksanaan hukum cambuk di Kota Lhokseumawe. Kini, eksekusi hukuman sesuai syariat Islam kembali dilaksanakan di kota itu. Jumat pagi (8/9/2017) misalnya, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hibah (Satpol PP dan WH) Kota Lhokseumawe, melaksanakan hukuman cambuk 310 kali terhadap dua pria dan seorang wanita pelanggar hukum jinayat (zina). Eksekusi itu berlangsung  di halaman Mesjid Agung Islamic Center Lhokseumawe.

Pelanggar Hukum Jinayat masing-masing terpidana khalwat pasangan Muhajir (35) asal Lhokseumawe dan Mazidah (31) asal Sumatera Utara (Sumut). Keduanya dihukum cambuk masing-masing 100 kali, serta terpidana pencabulan Fakhrurrazi (20) asal Aceh Utara dicambuk 110 kali.

Empat orang algojo yang didatangkan dari Banda Aceh, tepat pukul 14.30 WIB, mulai mengeksekusi terdakwa pertama, Muhazir. Pada cambukan ke-12, dan 45, Muhazir sempat meminta eksukutor berhenti. Kemudian dokter menanyakan dan memeriksa kondisi Muhazir. Karena kondisi fisik Muhazir masih meyakinkan, dokter meminta untuk dilanjutkan hingga cambukan terakhir ke seratus kali selesai dilaksanakan.

Kemudian, terdakwa kedua yakni kasus pencabulan Fakrurrazi yang dieksekusi cambukan 107 kali. Pada cambukan ke-77, dokter minta dihentikan, namun Fakrurrazi meminta untuk terus dilanjurkan sampai akhir. Maziddah pasangan khalwat Muhazir sebagai terdakwa terakhir menjalankan hukuman cambuk, mampu menyelesaikan sampai 100 kali cambukan.

Pelaksana Harian (Plh) Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Trisna Hayati mengatakan, empat algojo yang meneksekusi tiga terdakwa hari ini berasal dari provinsi. Kasatpol mengharapkan eksekusi hari ini yang disaksikan ribuan masyarakat dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya agar tidak melakukan pelangaran syariat Islam di Aceh.***

Komentar

Loading...