Dr. Syahrul Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Rektor Unsyiah Banda Aceh

Dr. Syahrul Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Rektor Unsyiah Banda Aceh

Banda Aceh | Dr. dr. Syahrul SpS (K) secara resmi mendaftar diri sebagai bakal calon Rektor, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Periode 2018-2022. Didampingi beberapa kolega, dia menyerahkan berkas pendaftaran pada Prof. Dr. Mustanir, Msc, salah satu anggota panitia pemilihan Rektor Unsyiah, di Gedung Unsyiah Banda Aceh, Darussalam, Banda Aceh, Jumat, (10/11/17).

Pada sejumlah wartawan, dokter Syahrul, begitu dia disapa menyampaikan, telah melampirkan semua syarat yang diminta panitia penjaringan Rektor Unsyiah Banda Aceh. "Alhamdulillah, semua lengkap. Sudah dicek panitia," ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Syahrul mengatakan, keinginannya menjadi Rektor Unsyiah Banda Aceh sudah lama ia pendam. Dia ingin mewakafkan diri untuk memajukan Unsyiah hingga lebih baik. Katanya, hingga kini Unsyiah Banda Aceh telah berusia 56 tahun. Namun, belum mampu menunjukkan diri sebagai Universitas favorit di Indonesia. "Yang jelas kita sudah mempersiapkan diri dengan baik. Terutama program kerja, bagaimana membuat Unsyiah ini siap menghadapi fase global. Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Bagaimana menghasilkan sarjana yang bermutu, dan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang handal. Saya punya pengalaman sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dua periode, juga direktur RSUZA Banda Aceh dan RSUD Meuraxa Banda. Insya Allah dengan pengalaman yang saya miliki, saya mampu memajukan Unsyiah," ungkap dokter Syahrul.

Di matanya, Unsyiah Banda Aceh adalah salah satu universitas yang dibanggakan masyarakat Aceh. Namun, setelah lama berdiri, tidak ada kemajuan yang dicapai. Seperti, rangking Unsyiah belum pernah masuk 10 besar di Indonesia. Begitupun, pada klaster Dikti, dalam bidang melakukan penilitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat, Unsyiah masih di atas 20 besar di Indonesia. Kemudian, hingga kini, Unsyiah hanya memiliki 48 guru besar dari 138 program studi yang dimiliki Unsyiah. "Seharusnya, lebih banyak lagi guru besar, dan doktor juga harus kita hasilkan lebih banyak, apalagi dengan usia sudah mencapai 56 tahun," ujarnya.

Itu sebabnya, dia berjanji akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk memajukan Unsyiah. Sehingga, menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia. "Kita akan memajukan Unsyiah secara bersama-sama, baik dengan dosen-dosen maupun dengan mahasiswa. Penelitian bertaraf internasional juga harus kita perbanyak. Bagaimana, melakukan sinergitas dengan Pemerintah Aceh, dan wajib hukumnya Unsyiah bertaraf internasional," ulas lulusan cum laude (istimewa) Program Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yokyakarta.

Sementara itu, salah seorang panitia penjaringan Rektor, Dr. Sofia, S.Si, MSc mengatakan, hingga kini, baru Syahrul yang resmi mendaftar pada panitia. Namun, katanya, waktu pendaftaran masih tersisa 12 hari lagi atau sampai 22 November 2017.

"Kita harus menunggu sampai yang mendaftar empat orang. Jika sampai batas waktu pendaftaran tidak memenuhi empat orang, maka kita tambah dua hari untuk mendaftar, kalau juga tidak ada yang mendaftar maka akan dilakukan rapat senat. Bisa saja senat akan menunjuk bakal calon sehingga terpenuhi empat orang," jelasnya.

Kemudian, dari empat nama bakal calon Rektor yang mendaftar, akan dilakukan penyaringan oleh senat untuk menentukan tiga calon Rektor, dan selanjutnya tiga nama tersebut akan dibawa pada Mendikti, Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D, Ak, untuk dilakukan pemilihan. "Tiap calon Rektor akan dipilih oleh 81 anggota senat Unsyiah, ditambah hak Mendik ti 35 persen, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Nomor 19 tahun 2017, bahwa Menteri mempunyai hak untuk memilih Rektor," ungkapnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...