Kontribusi Migas Aceh Semakin Menurun

Dr. Nazamuddin: Belajarlah dari Pengalaman Pahit PT. Arun

Dr. Nazamuddin: Belajarlah dari Pengalaman Pahit PT. Arun
PT Arun NGL Lhokseumawe, Aceh. (StatusAceh)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Dr. Nazamudin mengaku heran dengan kondisi pemasukan pendapatan daerah melalui migas dan non migas yang semakin hari menurun. Padahal menurutnya, Aceh dianugrahi sumber alam yang kaya dan memiliki potensi gas yang sangat melimpah.

“Selama ini pendirian dan pengolahan Migas khususnya Aceh menimbulkan masalah bagi masyarakat Aceh sendiri. Kasus PT Arun Lhokseumawe harusnya menjadi pelajaran pada kita semua bahwa, selesai diambil sumber daya alam, selaku penguasa dan pemilik, kita justeru tidak dapat apa-apa. Kita bisa lihat, banyak masyarakat miskin di sekitar kawasan perusahaan tersebut hingga kini,” kata Dr. Nazamuddin dalam diskusi bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kota Banda Aceh, Rabu (20/2/2019).

Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Dr. Nazamuddin

 Menurutnya, hingga saat ini, masyarakat di Lhokseumawe dan Aceh Utara mengalami berbagai masalah sosial. Mulai dari perekonomian menurun, pengangguran tinggi, berpotensi konflik, produksi industri lokal menurun serta berhenti pengadaan barang (pupuk, pulp dan pembangkit listrik).

“Ini menjadi masalah yang kita hadapi sekarang. Bagaimana kita bisa meningkatkan produksi gas lagi, sehingga membuka lapangan kerja sebesar-besarnya bagi masyarkat,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPMA Azhari Idris mengatakan. Salah satu cara untuk mendapatkan eksplorasi sumber gas adalah memperbanyak tambahan sumber-sumber gas. Sehingga, dapat diketahui sumber-sumber cadangan yang masih ada di Aceh.

Kepala BPMA Azhari Idris

 Menurutnya, dalam tahun ini, BPMA akan melakukan pengeboran di kawasan Aceh Timur dan perbatasan Aceh Utara. Misal, pengeboran di salah satu lapangan milik Kia Daud Pasai, daerah Aceh Timur. Dari pengeboran itu diharapkan akan ditemukan sumber cadangan terbaru untuk mnambahkan produksi gas di Aceh.

Selain itu, akan dilakukan perpanjangan kerjasama secara legal dengan industri gas yang ada di Aceh untuk mengaktifkan kembali sumur-sumur lama yang sudah di tinggalkan. Misalnya bersama perusahaan Exxon Mobil dan Repsol di Pidie Jaya.

“Tahun ini juga akan dilakukan pengeboran laut dalam pertama di laut Aceh. Kita harapkan, bisa memberikan potensi cadangan baru untuk mendapatkan produksi gas di Aceh. Sehingga ekonomi Aceh lebih baik,” ungkap Azhari Idris.

Azhari Idris mengatakan. Sebenarnya banyak perusahan di Jakarta tertarik melakukan eksplorasi tambang dan miogasinosensia di Aceh. Seperti Petronas. Jika berhasil menyakinkan para investor maka dalam waktu dekat akan banyak perusahan besar di dunia akan datang ke Aceh.

“Tadi pagi saya bertemu dengan Direktur Petronas Indonesia, mereka satu tim khusus datang ke Aceh untuk membicarakan potensi-potensi sekaligus bisa berinvestasi di Aceh,” ungkapnya.***

Komentar

Loading...