Breaking News

Terkait Posisi Pansel KIP Aceh

Dr. Nasrulzaman: Lucu, Saya  Doktor Mau Terlibat Pengurus Partai Tingkat Kabupaten!

Dr. Nasrulzaman: Lucu, Saya  Doktor Mau Terlibat Pengurus Partai Tingkat Kabupaten!
portalsatu.com

Banda Aceh | Dr. Nasrulzaman, seorang anggota panitia seleksi (pansel) KIP Aceh, akhirnya memberi keterangan kepada media ini, terkait dugaan posisinya yang masih tercatat sebagai Sekretaris MPPD PAN Kota Banda Aceh. "Sebenarnya saya ngak tahu menahu kalau terdaftar sebagai MPPD PAN Kota Banda Aceh, karena tidak pernah membuat kesediaan pada form kesediaan sebagai pengurus,” bantah Nasrul pada media ini, Jumat siang kemarin (9/3/2018). Begitupun sebut Nasrul, karena kedekatan emosional dan persahabatannya dengan Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh, Zainal Arifin atau akrab disapa Keuchik Zainal, makanya dia diam saja.

“Chek Zainal khilaf. Saya  mengajar di Unmuha (universitas swasta). Mereka pikir saya bukan PNS. Padahal saya tidak bisa terlibat di parpol. Namun sejak dulu saya sangat akrab dengan Pak Cek Zainal dan Muslim Aiyub (anggota DPR RI). Saya menjadi teman diskusi mereka dalam membangun strategi kampanye,” bantah Nasrul.

Menjawab pertanyaan bahwa posisi sebagai Sekretaris MPPD PAN Banda Aceh dan mustahil dia tidak tahu posisinya itu. Dijawab Nasrul. “Itulah Bang. Dalam jabatan itu tidak pernah rapat atau saya diundang atas nama jabatan tadi, sehingga saya tidak tahu. Kemudian SK itu sendiri tidak pernah ada diserahkan pada saya,” elak Nasrul.

Dia juga mengaku. “Dalam pergaulan dengan Cek Zainal juga tidak pernah terungkap tentang tanggung jawab saya ketika itu. Nah, pada saat Cek Zainal mengungkapkan sekitar November 2014, tanggalnya saya lupa, ada diserahkan permohonan dan pemberitahuan. Tapi saya tolak, karena saya PNS sehingga tidak bisa menjadi pengurus partai dalam posisi apapun. Selepas itu saya tidak tahu lagi,” ungkap Nasrul.

Lantas, kenapa Anda diam dan tidak cek ulang? Dijawab Nasrul. “Benar, sejak saat itu saya tidak pernah mempertanyakannya lagi,” sebut Nasrul.

Sebelumnya, melalui laman ajnn.net (Jumat, 9/3/2018), Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh, Zainal Arifin (Keuchik Zainal) mengaku bahwa dirinya memasukkan nama Nasrulzaman sebagai pengurus PAN Kota Banda Aceh, tanpa izin dari yang bersangkutan. “Lagian, nama saya juga salah dalam SK itu,” tegas Dr. Nasrul. Itu sebabnya kata Nasrul. “Sebenarnya saya bisa berkelit, namun karena kedekatan saya dengan Cek Zainal dan semua orang tahu itu,” ucap Nasrul.

Berarti Anda dirugikan dan dalam konteks Pansel KIP Aceh dan bisa dianggap memalsukan dokumen. Sebab, publik berpegang pada bukti otentik. Soal Anda tahu atau tidak, sesuai pendapat Cek Zainal, itu internal partai. Pendapat Anda? “Ya, semua juga bisa berpandangan dan memiliki perspektif berbeda. Cuma sangat lucu kalau saya seorang PNS dengan pendidikan doktor mau terlibat di kepengurusan partai tingkat kabupaten atau kota. Bukan ketua lagi. Kalau level nasional entahlah! Nalar umum pasti bisa menafsirkannya,” jawab Nasrul, sedikit sesumbar.

Kenapa Anda tidak protes atau menggugat saja. Sebab, akan konsekwensi hukum dalam posisi Anda sebagai PNS?  “Kami ini bersahabat Bang, dalam persahabatan tidak mengenal untung rugi dan gugat menggugat. Setelah surat pernyataan sebagai PNS saya serahkan. Menurut saya itu sudah cukup bagi Cek Zainal untuk melakukan perubahan dan kekhilafannya,” ulas Dr. Nasrul.

Sementara, Ketua Komisi I DPR Aceh Ermiadi mengaku akan meninjau ulang jika data dan posisi Anda benar sebagai pengurus parpol? “Itu hak dan kewajiban DPR Aceh untuk mengevaluasi,” jawabnya enteng.

Sebelumnya, entah sengaja atau ada deal politik tertentu. Komisi I DPR Aceh, meloloskan anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dari unsur pengurus partai politik aktif. Mau tahu? Namanya Dr. Nasrulzaman. Ternyata dia masih tercatat sebagai Sekretaris Majelis Penasehat Partai Daerah (MPPD), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Banda Aceh Periode 2015-2020. Ini berdasarkan SK DPW PAN Aceh, Nomor: PAN/01/A/Kpts/K-S/09/II/2016.

Fakta dan data ini, tentu saja bertentangan dengan aturan yang berlaku yaitu UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun Aceh Nomor: 5/2012 dan Qanun Aceh Nomor: 6/2016, tentang penyelenggaraan Pemilu di Aceh, terutama syarat calon yang dikeluarkan Komisi I DPR Aceh, Nomor: 01/KOM-I/DPRA/2018, Senin, 8 Januari 2018 lalu.

Nah, pada point kedelapan disebutkan; setiap calon panitia seleksi anggota KIP Aceh, membuat surat pertanyaan tidak pernah menjadi anggota partai politik dan partai politik lokal, bagi yang tidak pernah menjadi anggota partai politik dan partai politik lokal; atau surat keterangan dari pengurus partai politik dan partai politik lokal bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota dalam  jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir. Buktinya, Nasrulzaman hingga kini masih aktif.

Dari data yang dimiliki media ini, pada Pilkada Kota Banda Aceh 2017 lalu, Nasrulzaman juga tercatat sebagai anggota tim inti dari Partai Amanat Nasional (PAN) Banda Aceh untuk pemenangan pasangan Aminullah Usman-H. Drs. Zainal Arifinn (Walikota dan Wakil Walikota) Banda Aceh.***

Komentar

Loading...