DPRA: Ubah “Lagi” Qanun Penanaman Modal

DPRA: Ubah “Lagi” Qanun Penanaman Modal
Penulis
Sumber
Reporter Banda Aceh/CM

Banda Aceh | Sebelumnya, Aceh memiliki Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2009, tentang Penanaman Modal, yang kemudian diubah menjadi Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2013. Sehingga, qanun penanman modal sudah tiga kali diubah.

“Perubahan Qanun tentang penanaman modal ini, dianggap tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, dan tidak sesuai dengan undang-undang. Sehingga butuh peninjauan terhadap, pengaturan substansi baru yang belum diatur, serta perlu melakukan penyesuaian kembali,” kata Ketua DPR Aceh Muharuddin. Dalam pidato singkatnya pada acara RDPU Rancangan Qanun Aceh, tentang Penanaman Modal, Rabu, (26 September 2019), di Gedung DPRA. Jl. Tgk Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh.

Katanya lagi, untuk memenuhi Ketentuan BAB VI (Enam) Pasal 22 Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2011, tentang Tatacara Pembentukan Qanun antara lain menyatakan. “Masyarakat berhak memberikan masukan cecara lisan, atau tertulis. Hal tersebut, dapat dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDU)  sosialisasi, seminar, lokakarya dan/atau diskusi".***

Komentar

Loading...