Irwandi Yusuf Diciduk KPK

DPR Aceh Tetap Gugat Pergub APBA dan Pergub Cambuk

DPR Aceh Tetap Gugat Pergub APBA dan Pergub Cambuk
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Meski Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam dugaan korupsi DOKA 2018. DPR Aceh tetap melakukan gugatan terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018 dan Pergub pelaksanaan hukuman cambuk di Lapas.

“Tentu, ini merupakan dua hal yang berbeda. Kita tidak akan mencabut gugatan tersebut. Artinya ini tetap jalan. Dan, yang kita gugat itu Pergub yang dikeluarkan Pemerintah Aceh. Bisa jadi Gubernur atau Wakil Gubernur,” tegas Ketua DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos., MM pada awak media pers, usai sidang Pansus di Gedung DPR Aceh, Kuta Alam, Kamis (12/7/18).

Menurut Muharuddin, kedua Pergub ini lahir telah mengesampingkan aturan-aturan yang ada. Mulai dari pengajuan Dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hingga Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA).

“Yang kita gugat itu bukan hanya Pemerintah Aceh. Tapi, juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan terkait hak interpelasi DPR Aceh terhadap Irwandi Yusuf. Lantas, Muharuddin menjawab. ”Mungkin, kalau hak interpelasi, saya berpendapat kita cukupkan saja. Tidak perlu diteruskan lagi. Toh Pak Irwandi telah menjadi tersangka,” harap Muharuddin.

Untuk diketahui, semasa Irwandi Yusuf masih menjabat Gubernur Aceh. Pemerintah Aceh mengeluarkan Pergub APBA 2018 dan Pergub Cambuk. Namun, sejumlah anggota parlemen di DPR Aceh menentang dan meminta kedua Pergub itu dicabut.

Dalam perjalananya, DPR Aceh mendaftarkan gugatan pada Mahkamah Agung dan melakukan hak interpelasi terhadap Gubernur Aceh, setelah mendapatkan persetujuan lebih dari 50 persen anggota DPR Aceh. Celakanya, Irwandi Yusuf bersama kolega ditangkap KPK terkait DOKA 2018, dan ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (4/7/18) minggu lalu.***

 

Komentar

Loading...