Doktor Amri : Kemiskinan di Aceh karena Dana Otsus Salah Urus

Doktor Amri : Kemiskinan di Aceh karena Dana Otsus Salah Urus
Rubrik
BANDA ACEH | Pakar Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Dr. Amri, SE.,M.Si mengatakan, tak maksimalnya upaya pengentasan kemiskinan Aceh berkaitan dengan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan oleh pemerintah pusat sepanjang delapan tahun terakhir.
 
“Tak kurang puluhan triliun telah mengalir ke Aceh sejak 2008, tapi belum juga mampu dioptimalkan untuk mengeluarkan rakyat Aceh dari jurang kemiskinan,” ujar Amri, Rabu (24/08/2016).
 
Pernyataan itu disampaikan Amri, saat menjadi pemateri pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh Center for Publik Policy and Development Studies (CPDS@) Aceh, dengan tema Urgensi Pemberdayaan Ekonomi Terhadap Perdamaian Aceh, di Warkop Banda Cafee, Jln. Prof. Ali Hasyimi Gampong Ilie, Banda Aceh.
 
Menurut Amri, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, Aceh berada pada rangking kedua termiskin di Sumatera, dengan persentase masyarakat miskin sebanyak 16,7 persen atau 846 ribu jiwa dari 5 juta penduduk Aceh.
 
Data itu, kata Amri, hanya menghitung berdasarkan jumlah masyarakat Aceh dengan tingkat kesejahtreraan 10 dan 20 persen terendah. Namun jika dihitung total masyarakat dengan memasukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 30 dan 40 persen terendah (hampir miskin dan rentan miskin), maka jumlahnya bisa tembus angka 2,2 juta jiwa, dan ini adalah data fakta kemiskinan di Aceh.
 
“Maka menjadi pertanyaan, kemana dana Otsus Aceh sebanyak itu dibawa sementara hampir setengah masyarakat Aceh masih miskin,” ujar Amri. Oleh sebab itu menurut Amri, tingginya angka pengangguran yang berdampak pada memperpendek jarak Aceh dengan jurang konflik, bukan saja horizontal, tapi juga konflik vertikal.*

Komentar

Loading...