Dituduh Miliki Ilmu Hitam, Rumah Warga di Desa Langi Dihancurkan Massa

Dituduh Miliki Ilmu Hitam, Rumah Warga di Desa Langi Dihancurkan Massa

Simeulue | Saidil Amin (57) warga Desa Langi, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue, membuat laporan ke Polres setempat atas pengrusakan rumahnya oleh sejumlah massa. Ia mengaku rumahnya dihancurkan karena dituduh memiliki ilmu hitam.

Pengrusakan rumah oleh sekelompok massa itu terjadi pada 11 Juli 2019, sekira  pukul 20.00 WIB. Namun ia baru melaporkan kejadian itu pada tanggal 12 Juli 2019, pukul 16.00 WIB kemarin. "Pada malam kejadian itu saya sedang berada di pantai melihat perahu (Robin). Saat itu istri dan tiga orang anak saya yang di rumah. Istri saya sedang melaksanakan shalat Isya, tiba-tiba datang sekelompok warga setempat melakukan pelemparan rumah dengan batu dan pemukulan dengan kayu, ada juga yang menendang," ungkap Saidil Amin, Sabtu, 13/07/2019.

Dikatakan, pada malam pengrusakan itu ia mengaku tidak berani lagi pulang ke rumah, sebab takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadapnya. Ia dan keluarga langsung berangkat ke Sinabang, Simeulue, menjumpai mertuanya.

Akibat pengrusakan itu kondisi rumahnya hancur berantakan. Dinding rumah bantuan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, jendela juga dipecahkan. "Kejadian ini sangat merugikan keluarga saya, atas saran dari keluarga makanya saya melaporkan pada pihak kepolisian untuk dapat ditindak lanjuti. Sebab saat ini anak dan istri saya mengalami trauma, saya dan keluarga ingin kembali ke rumah, karena itu kami minta segala bentuk kerusakan pada rumah saya segera diperbaiki," ucap Saidil Amin.

Saat media ini menanyakan motif kejadian itu. Ia mengaku, semua tindakan ini berawal dari adanya kegiatan turnamen bola kaki dan bola volly yang diadakan di desanya. Pada saat pertandingan sudah memasuki babak empat besar, ada seorang wanita mengalami kesurupan saat pertandingan.

"Wanita itu mengatakan saya yang membuat ia sakit, karena saya dituduhnya memiliki ilmu hitam. Sehingga hal itu menyulut emosi warga, saya berani bersumpah tidak memiliki ilmu hitam seperti yang dituduhkan itu," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya. Saat itu sempat dilakukan perdamaian dengan sejumlah perangkat desa yang ditanda tangani Ahmaddiyar, Kepala Desa Langi, Alihasim, Ketua BPD, serta Jaswan Amin, Ketua Pemuda, dan disaksikan sejumlah masyarakat, namun malam harinya terjadilah pengrusakan.

"Meski sudah ada perjanjian namun pengrusakan itu tetap terjadi, seharusnya hal seperti itu tidak harus dilakukan," tegas pria yang telah memiliki empat orang anak itu.

Edi Rahman, Camat Alafan, mengatakan. Dirinya tidak mengetahui kejadian itu, sebab ia sedang mengikuti kegiatan bersama Bupati Simeulue di Sinabang. Namun ia mendapat informasi dari Kepala Mukim Lekon tentang kejadian itu. "Secara pasti saya tidak tau, namun kejadian pengrusakan rumah oleh sekelompok orang itu memang ada, rumah itu tidak secara utuh dirusak namun hanya dindingnya saja," jelasnya.

Saat media ini mencoba menghubungi nomor kepala desa lokasi kejadian untuk meminta keterangan, nomor tersebut sedang tidak aktif.***

Komentar

Loading...