Ditreskrimsus Polda Aceh Tangkap Penjual Satwa Liar yang Diawetkan

Ditreskrimsus Polda Aceh Tangkap Penjual Satwa Liar yang Diawetkan
Foto MODUSACEH.CO/Mirna Gustina
Penulis
Sumber
Laporan Mirna Gustina

Banda Aceh | Akibat berbisnis dan berdagang satwa liar yang diawetkan, AS (53) warga Desa Gunung Kerambi, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, akhirnya diamankan satuan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh di Desa Batu Hitam, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Rabu, 12 Juli 2017 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB.

Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Armensyah Thay mengatakan, berawal dari tim personil Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Aceh, mendapat laporan dari masyarakat di Aceh Selatan ada pelaku yang membeli dan menjual tringgiling.

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar, selanjutnya tanggal 12 Juli 2017, tim langsung mendatangi rumah pelaku dan langsung menangkap dan mengamankan barang bukti,” ungkap Armensyah Thay didampingi Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, Bidang Humas Polda Aceh, AKBP Sulaiaman dan Kasubdit IV/Tipid Ter AKBP Erwan kepada wartawan, Kamis, (20/07/2017).

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mendapatkan tringgiling dengan cara membeli dari masyarakat yang mendapatkannya. Apabila tringgiling tersebut sudah mati maka pelaku tinggal mengambil kulit dan lidahnya, tetapi jika tringgilingnya belum mati, maka pelaku akan membunuhnya terlebih dahulu dan setelah mati baru diambil sisik dan lidahnya kemudian baru dijemur. Sementara daging sebagian dimakan dan sebagian lagi dijual. “Sisik tringgiling dijual kisaran Rp 2 sampai Rp 4 juta rupiah per kilogram,”  jelasnya.

Selain sisik tringgiling sebanyak 4 kilogram, Tim Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Aceh juga berhasil mengamankan lidah tringgiling sebanyak 29 biji, satu tanduk rusa, 2 ekor janin rusa yang telah diawetkan dengan formalin, satu cula badak dan timbangan berwarna merah dan kuning.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang ikut terlibat dan kemana barang tersebut hendak dipasarkan. Pengalaman kasus-kasus yang serupa seperti ini, barang-barang tersebut akan dipasarkan ke Negeri Cina,” katanya.

Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat 2 Huruf a, b dan d dalam Undang-Undang RI No. 05 Tahun 1990 Jo Pasal 55,56 KUHP, dengan ancaman penjara selama lima tahun.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...