Ditangkap di Kamar Wisma, Sembilan Pasangan Tak Berpakaian Utuh

Ditangkap di Kamar Wisma, Sembilan Pasangan Tak Berpakaian Utuh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Tim gabungan Satpol PP dan WH Aceh berhasil mengamankan sembilan pasangan yang bukan suami istri di satu Wisma, Neusu, Kota Banda Aceh, Rabu (12/12/18) dini hari. Saat ditangkap, semua pasangan dalam keadaan tidak berpakaian utuh.

Kasi Ops Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki mengatakan, operasi gabungan terdiri dari personel Satpol PP dan WH Aceh, Polda Aceh, dan PM dari Kodam Iskandar Muda rutin dilaksanakan empat kali dalam satu bulan.

20181212-2a6d3a88-ec97-44bd-b629-e1360347522a

Saat penangkapan itu, petugas melakukan razia di beberapa tempat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, yang dianggap dijadikan pasangan non muhrim melakukan pelanggaran syariat. Namun, karena rencana operasi itu bocor, maka tempat yang disinggah telah kosong.

“Sekitar pukul 00.30 WIB, tadi malam. Ada lima hotel yang kita razia. Kami bergerak ke kawasan Ulee lheue, Kota Banda Aceh, kita dapati dua orang wanita memakai celana ketat dan tidak berjilbab. Kita amankan di kantor dan kita lakukan pembinaan,” ujar Marzuki didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Antar Lembaga, Satpol PP dan WH Aceh, M. Ihksan pada awak media pers di kantor tersebut, Rabu (12/12/18) sore.

Menurut Marzuki, selesai melakukan operasi di kawasan Ulee Lheue, pihaknya melanjutkan operasi di Siwah Hotel, Cafe Post, dan Hotel Rasamala serta Emperom Hotel di kawasan Setui, Banda Aceh. Hasilnya, tidak ditemukan pasangan non muhrim yang menginap  satu kamar.

“Lalu, berdasarkan informasi warga, petugas melanjutkan operasi di satu Wisma di Neusu, Banda Aceh, sekira pukul 00.20 WIB. Awalnya, kita menemukan pasangan non muhrim dalam dua kamar, lalu kita temukan lagi hingga sembilan kamar dengan sembilan pasangan. Saat kita amankan, rata-rata semua tidak berpakaian utuh dan hanya memakai handuk,” ungkapnya.

20181212-f8c7f25e-0720-4170-a79d-fcf9a6c12787

Marzuki mengatakan. Saat ini, sembilan pasangan itu sudah diamankan di Kantor Satpol PP dan WH Aceh guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Aceh dan berlatar belakang mahasiswa, swasta hingga oknum wartawan.

“Dari sembilan pasangan ini belum diketahui apakah mereka pekerja seks komersial atau bukan. Tapi, ketika kita tanyakan, mereka tidak saling kenal. Ada indikasi pemasangan tarif. Jika terbukti akan kita terapkan Pasal Pasal 23 ayat 1 pelaku khalwat 12 kali cambuk dan Pasal 25 ayat 1 maksimal 25 cambuk. Dan, untuk pengelola hotel, kita coba jerat  dengan Pasal 23 ayat 2 sebagai penyedia jasa atau mempermudah melakukan zina. Itu masih kita periksa,” ungkapnya.***

 

 

 

Komentar

Loading...