Disnakertrans Aceh Barat Latih Calon Tenaga Kerja

Disnakertrans Aceh Barat Latih Calon Tenaga Kerja

Meulaboh | Belasan pemuda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Barat mengikuti program latihan kerja teknisi pengelasan. 

Kegiatan itu merupakan program Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki kemampuan khusus ketika terjun ke dunia industri.

Latihan kerja diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang juga menggandeng perusahaan tambang di Aceh Barat untuk menjadi pelatih serta pemberi utama kebutuhan kegiatan seperti alat kerja dan lain-lain.

Itu dilakukan juga sebagai upaya meminimkan angka pengangguran di Aceh Barat.

Kepala Disnakertrans, Thallea Naldy mengatakan. Program itu untuk membuka perluasan kesempatan bekerja bagi para putra daerah. Apalagi sebagian bersar perusahaan di Aceh Barat begitu antusias mendukung upaya yang dilakukan pemerintah tersebut.

“Dalam rangka peningkatan kesempatan kerja untuk pemuda Aceh Barat, apa yang telah diterapkan ini dapat berkesinambungan hingga ke depan dan dapat dipergunakan untuk dunia industri,” katanya, Selasa (25/6/2019).

Ia menjelaskan, untuk bisa menjadi peserta dalam kegiatan itu, terlebih dahulu calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran sesuai jadwal yang dibuka pihaknya.

Nantinya, panitia akan melakukan seleksi untuk meloloskan beberapa orang saja sesuai dengan daya tampung Balai Latihan Kerja untuk dilatih oleh mentor perusahaan.

Selama pelaksanaan program, banyak pula sumbangan atau bantuan yang diberikan pihak perusahaan tambang. Salah satunya PT Mifa Bersaudara yang sering memberikan peralatan serta kebutuhan alat agar para peserta dapat berlatih dengan baik dan tidak mengalami keterbatasan untuk meningkatkan keterampilan.

Selain untuk pengelasan, pihaknya juga menyelenggarakan latihan kerja di bidang, Teknisi Listrik, Otomotif, Komputer serta menjahit yang diprioritaskan untuk putra Aceh Barat.

Dia berharap bukan hanya bidang pengelasan saja yang menjadi perhatian pihak perusahaan, namun juga terhadap bidang lainnya.

“Ada menjahit, latihan otomotif, pelistrikan, kita berharap ke depan, pihak perusahaan juga mau menyuplai kebutuhan alat atau lainnya untuk menjadi penunjang pemantapan skill bagi para peserta pelatihan,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Iswardi mengaku. Banyak perubahan yang didapat dirinya beserta rekan lain selama mengikuti pelatihan di Disnakertrans.

Namun, konsep pelatihan yang diselenggarakan bidang teknisi hanya sampai ke tahap C3 atau teknis pengelasan vertikal.

“Kami saat ini berjumlah 16 orang, adalah perkembangan, namun kita juga berharap ke depan pelatihan yang akan diselenggarakan lagi, khusus untuk teknik pengelasan sampai tahap C6 atau pengelasan dalam air, kalau sekarang hanya sampai C3 saja, semoga pihak penyelenggara bisa memenuhi keinginan kami tersebut, agar lebih mahir dalam menguasai teknik pengelasan,” sebutnya.

Nantinya, para lulusan dari latihan kerja itu akan dibekali sertifikat sebagai salah satu pertimbangan perusahaan apabila akan melamar kerja. Apalagi pihak dinas juga terus membangun kerjasama dengan industri pertambangan agar nantinya para lulusan dapat diterima sebagai prioritas untuk bekerja.***

Komentar

Loading...