Terkait Nelayah Aceh Ditahan Myanmar

Dinsos Aceh Tidak Mungkin Hubungi Kedubes 24 Jam

Dinsos Aceh Tidak Mungkin Hubungi Kedubes 24 Jam
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs. Alhudri, MM, diwakili Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Rohaya Hanum menjelaskan. Dinas Sosial tidak mungkin 24 jam menanyakan kabar tentang nelayan Aceh yang terdampar di Myanmar. Itu dikatakan, saat ditemui di Dinas Sosial Aceh, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kampung Baru, Baiturrahman, Sukaramai, Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, (6/12/18).

Katanya, Dinsos Aceh sudah sangat sering menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar. “Tidak mungkin kita hubungi berkali-kali. Minimal seminggu sekali kita tanyakan perkembangan nelayan kita,” jelasnya.

Lanjutnya, 15 nelayan Aceh yang menjadi tahanan di Kuantum Myanmar dalam kondisi baik. “Tetapi nelayan kita masih dalam Kantor Kuantum Myanmar, masih ditangani oleh polisi,” kata Rohaya.

Sebab itu, Kedubes Indonesia yang ada di Myanmar selalu mendampingi para nelayan tersebut. “Sudah berkali-kali kita mohon, bagaimana caranya biar cepat dilepas. Jika memang harus diproses lebih lanjut, maka kita harapkan segera diproses,” harapnya. 

Walau demikian, Rohaya menegaskan semua negara punya peraturan masing-masing yang tidak bisa diubah. “Kita pun tidak bisa ikut campur terlalu jauh terhadap peraturan negara orang lain,” jelasnya.

Katanya, kejadian nelaya Aceh yang terdampar di Kuantum Myanmar baru kali ini terjadi. Namun, sebelumnya pernah juga ada sejumlah nelayan yang terdampar di Malasyia.

“Tapi kasusnya lain. Yang di Malasyia nelayan itu murni memasuki wilayah perairan nelara lain, mencuri ikan. Sudah beberapa kali terpantau dengang boat yang sama. Mereka sudah dipengadilankan dan sedang menjalani hukuman,” tegasnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...