Breaking News

Buku IPS Sebut Yerusalem Ibukota Israel

Dinas Pendidikan Padang Perintahkan Cabut dari Peredaran. Bagaimana dengan Aceh?

Dinas Pendidikan Padang Perintahkan Cabut dari Peredaran. Bagaimana dengan Aceh?
dok.MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Dinas Pendidikan Kota Padang, Sumatera Barat melarang pemakaian buku IPS SD Kelas VI yang mengandung isi atau materi yang menulis dan mengakui Ibukota Negara Israel adalah Yerusalem. Buku terbitan Yudistira itu telah beredar di SD Kota Padang.

“Maka dengan ini Pemko Padang melalui Dinas Pendidikan Kota Padang menyatakan melarang pemakaian dan menarik dari peredaran semua buku pelajaran tersebut. Kepada kepala sekolah yang mengunakan buku tersebut, agar mengumpulkan dan diamankan di sekolah masing-masing dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Padang,” tulis surat edaran, tanggal 14 Desember 2017, yang ditanda tangani Kadis Pendidikan Kota Padang, Drs Barlius MM.

Sementara itu, suaranasional.com mewartakan. Seorang netizen memposting komentarnya, terkait buku dimaksud. “Mohon diselidiki, Buku IPS Kelas 6 SD yang diterbitkan oleh Yudistira. Disitu tertulis Ibu Kota Israel adalah Jerussalem, Palestina ada tertulis tapi ga ada ibukota-nya,” tulis Netizen JIL ITU SESAT‏ @Gussumbogo

Ia menulis seperti itu sambil melampirkan buku terbitan Yudistira tersebut. Dan, Itjen Kemendikbud melalui akun Twitter-nya @Itjen_Kemendikbud langsung menanggapi dan menyatakan terima kasih atas informasi itu. “Terima kasih atas informasinya mas, kami bantu sampaikan ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan @litbangdikbud. Salam :)” tulis Itjen Kemendikbud.

Sementara di seorang pengguna Facebook bernama Isparmo Seo juga menyampaikan keluhan lewat statusnya; Minta klarifkasinya, di buku IPS untuk kelas 6 SD penerbit Yudistira, Tabel 3-2 Negara-negara di Benua Asia, menyebutkan bahwa: Ibu Kota Israel adalah Jerusalem. Ibu Kota Palestina dikosongkan. Apakah ini benar, kesengajaan, sabotase, atau apa ?

Kalau benar berarti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memindahkan Ibukota Israel ke Yerusalem sudah direncanakan secara massif dan dalam waktu yang lama. “Sampe-sampe sudah masuk ke buku pelajaran sekolah,” tulis warganet tersebut. Lantas, bagaimana dengan Aceh? Kelihatannya masih sepi-sepi saja.***

Komentar

Loading...