Breaking News

Digugat Kasus Pengelapan Uang, Bang Lah “Tersandung” Lagi

Digugat Kasus Pengelapan Uang, Bang Lah “Tersandung” Lagi
Abdullah Puteh di PN Jakarta Selatan (Foto: oborkeadilan.com)

Jakarta | Sempat sepi usai terpilih sebagai anggota DPD RI Periode 2019-2024 dari Dapil Aceh pada Pileg, 17 April 2019 lalu.

Eh, nama Abdullah Puteh atau akrab disapa Bang Lah, mencuat kembali.

Lihatlah, mantan Gubernur Aceh ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dia dituntut hukuman 3 tahun 10 bulan penjara dalam perkara dugaan penggelapan duit investor yang juga join usahanya.

Seperti diwartakan Portal Berita, oborkeadilan.com. Jaksa Penuntut Umum (JPU), menjerat Bang Lah dengan tuduhan telah melakukan penggelapan duit Herry Laksmono, Rp 350 juta.

Herry adalah investor di PT Woyla Raya Abadi, perusahaan milik Puteh.

Atas tuduhan itu, Selasa, 27 Agustus 2019 kemarin, Bang Lah kembali mengajukan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Jakarta Selatan.

Kasus ini bermula dari perjanjian Herry dengan Bang Lah, untuk menanamkan modal di PT Woyla Raya Abadi.

Perusahaan ini bergerak di bidang pemanfaatan kayu di Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah.

Dalam perjanjian, PT Woyla akan mengurus izin pemanfaatan kayu. Herry yang sudah menyetor uang Rp 7 miliar akan mendapat keuntungan dari pemanfaatan kayu yang disimpan di Desa Barunang, Kapuas Tengah.

Bang Lah kemudian meminta dana Rp 750 juta untuk mengurus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Namun pengurusan Amdal hanya menelan biaya Rp 400 juta. Sisanya Rp 350 juta yang tak terpakai, tapi tidak dikembalikan kepada Herry.

Setelah izin terbit, Bang Lah tidak menyerahkannya kepada Herry. Sehingga Herry tidak bisa memanfaatkan kayu hasil penebangan sebanyak 32 ribu kubik yang tersimpan di penampungan.

Herry pun melaporkan Bang Lah ke polisi atas tuduhan melakukan penggelapan dan dia ditetapkan sebagai tersangka. Kasusnya akhirnya bergulir hingga pengadilan.

Sementara itu, hingga berita ini diwartakan, MODUSACEH.CO belum berhasil mengkonfirmasi Bang Lah.

Dihubungi melalui telpon seluler pada nomor yang dimiliki media ini tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp (WA), juga tidak berbalas.***

Komentar

Loading...