Diduga Video Mesra Bupati Simeulue Beredar. Erli Hasim: Saya Lagi Pertimbangkan Langkah Hukum!

Diduga Video Mesra Bupati Simeulue Beredar. Erli Hasim: Saya Lagi Pertimbangkan Langkah Hukum!
Tangkap layar (screenshoot) video.

Simeulue | Satu video mesra, diduga Bupati Simeulue Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom bersama seorang perempuan, beredar luas di sejumlah media sosial di kalangan masyarakat Simeulue, Kamis, 18/07/2019. Video yang berdurasi 01.38 detik itu, pertama sekali diunggah anggota DPRK Simeulue, Azharuddin Agur, S.Pd, melalui satu group WhatsApp (WA) yang diberi nama KABAR SIMEULUE, sekira pukul 13.16 WIB.

Dalam video yang direkam pelaku tersebut, terlihat (diduga) Bupati Simeulue Erli Hasim sedang melakukan "adegan mesra" dengan seorang wanita di atas tempat duduk pada sebuah ruangan yang belum diketahui tempatnya. Dalam adegan tersebut, kedua orang ini sedang melakukan adegan (maaf) ciuman serta berpelukan mesra, sambil bersandar di kursi warna hitam.

Nah, Azharuddin Agur saat dimintai keterangan mengaku dan  membenarkan nomor telepon yang mengunggah video tadi berasal dari nomor telpon selulernya. Namun ia mengaku, bukan dirinya yang melakukan pengunggahan ke group tersebut.

"Memang itu nomor telepon saya, namun bukan saya yang mengunggah dan menyebarkan dalam Group KABAR SIMEULUE itu," bantah Azharuddin Agur. Kata dia, saat video itu diunggah dirinya sedang melaksanakan shalat Zuhur di ruang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue. Sementara telpon selulernya beserta dompet dan jam tangan, ditinggal atas meja ruang kerjanya dalam keadaan pintu tidak dikunci.

"Baru mengetahui ada video yang diduga Erli Hasim itu beredar setelah Camat Simeulue Timur Ali Muhayatsah menelepon saya. Katanya, kenapa mengunggah video itu ke group. Barulah saya tahu ada video itu," ucapnya.

Lebih dia, video dengan adegan kurang senonoh itu masuk ke teleponnya dikirim oleh seseorang yang namanya tidak disebutkan. Hal sama diterima beberapa anggota DPRK Simeulue lainnya. Namun terkait dengan unggahan itu, ia benar-benar tidak mengetahuinya, sebab ia kurang memahaminya.

"Video itu masuk ke Hp saya dari seorang warga Simeulue beberapa hari lalu. Anggota DPRK lain juga ada dikirim. Namun, untuk yang mengunggah ke group itu bukan saya, sebab saya tidak terlalu paham tentang penggunaannya. Saya tidak tahu cara mengunggah foto apalagi video, yang menghapus video itu saja dari group saya suruh sopir saya," jelas Politisi Partai NasDem itu.

Bupati Simeulue, Erli Hasim saat dikonfirmasi media ini membenarkan orang yang dalam video itu memang dirinya. Namun ia mengaku melakukan adegan itu bersama istrinya, bukan dengan orang lain. Itu sebabnya ia tidak merasa gelisah atau takut atas beredarnya video tadi.

"Video itu saya dan istri, dan itu video pribadi kami. Makanya, saya tidak merasa takut dan gelisah," ucap Erli Hasim. Menurut dia, seharusnya video seperti itu tidak harus disebar. Maklum, itu video milik pribadi. Namun ia menduga ada orang lain yang tidak senang padanya sehingga video itu dijadikan alat untuk menjatuhkan nama baiknya.

"Video itu tidak seharusnya disebarkan serta menjadi konsumsi publik, selain menjatuhkan nama baik saya, juga ada orang yang kurang senang pada saya makanya hal seperti itu dilakukan," jelasnya.

Erli Hasim mengatakan, atas kejadian ini pihaknya berencana akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Sebab selain merendahkan dirinya juga sudah merendahkan nama baik Kabupaten Simeulue di mata orang lain.

"Atas kejadian ini, kami akan melakukan langkah-langkah hukum pada pihak berwajib, dengan melakukan pelaporan atas pencemaran nama baik, terkait UU ITE. Namun sebelumnya kami akan melakukan kajian-kajian terlebih dahulu," tegas Erli Hasim, didampingi Dodi Juliardi Bas, Kabag Humas Sekdakab Simeulue.***

Komentar

Loading...