Berdalih Puaskan Nafsu

Diduga, Seorang Bibi Cabuli Keponakannya Pakai Pensil

Diduga, Seorang Bibi Cabuli Keponakannya Pakai Pensil
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Banda Aceh I Walau telah ditutupi sebu, kedua tangan SS (35) terus menutupi wajahnya, saat Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP. M. Taufik memberikan keterangan pada awak media pers di Mapolresta Banda Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/3/18). Bisa jadi, perbuatannya yang diungkap polisi saat ini, betul-betul membuat malu dirinya dan keluarga. Bayangkan, diduga SS tega memasukkan pensil dalam (maaf) kemaluan keponakannya sendiri, dengan dalih memuaskan nafsu.

Itu sebabnya, tersangka memilih duduk di lantai dan mengaku tidak kuat untuk berdiri. Dua lututnya juga terlihat gemetar, ketika sejumlah Polisi Wanita (Polwan) memerintahkan wanita ini berdiri. “Tersangka merupakan adik kandung ayah korban. Mereka tinggal serumah dan korban sering ditinggal dengan tersangka LS (7).  Jadi, biasanya tersangka melakukan aksinya itu saat rumah sepi,” jelas AKP. M. Taufik.

Menurut keterangan tersangka. Aksi bejatnya itu telah dilakukan sejak 2016 lalu. Saat pertama, tersangka masuk ke dalam kamar dan melihat korban sedang tidur dalam keadaan dua paha terkangkang. Kemudian, tersangka membuka celana dan memasukkan jari telunjuk ke dalam (maaf) kemaluan korban. ”Terus korban terkejut dan mengatakan; Bunda jangan sakit,” ungkap M. Taufik mengulang pengakuan tersangka.

Nah, aksi pelaku diulangi lagi di dalam kamar korban. Kali ini, tersangka memasukkan pensil dan lidi dalam (maaf) kemaluan korban yang masih duduk di kelas I Sekolah Dasar ini. ”Karena orang tua korban melihat kelakuan anak mereka yang aneh. Mereka menanyakan pada anaknya, kenapa murung dan tidak bergairah? Dijawab apa yang telah dialami dan dilakukan oleh tersangka,” ungkap M. Taufik.

Kejadian itu langsung dilaporkan pada Mapolsek Baiturahman, Banda Aceh. kemudian, tersangka diamankan di kediaman orang tua korban, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Kepada tersangka, penyidik mengenakan Pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak dan Perubahan Pengganti Undang-undang (Perpu) No. 1 tahun 2016, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, dan denda Rp 5 miliar.***

 

 

 

 

Komentar

Loading...